Menu Close

Artikel Kesehatan : LEBIH TENANG SETELAH MELAHIRKAN DENGAN KB IUD “POST PLASENTA”

 

Oleh: Dyah Oktaviani

Keluarga Berencana adalah program pemerintah sebagai upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Kenapa harus ber-KB?

Menurut WHO, jarak antar kehamilan yang disarankan adalah 24 bulan atau 2 tahun. Jadi artinya, sebaiknya pasangan menggunakan alat kontrasepsi setelah melakukan persalinan untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan.
Secara khusus, penggunaan alat kontrasepsi setelah persalinan akan melindungi wanita dari risiko kesehatan akibat kehamilan. Wanita membutuhkan fisik dan mental yang sehat serta stamina yang kuat dalam menjalani kehamilan. Penggunaan alat kontrasepsi akan membantu menunda kehamilan sehingga wanita bisa mempersiapkan tubuhnya untuk kehamilan berikutnya yang telah direncanakan. Bahkan penggunaan alat kontrasepsi ini juga dapat mencegah kehamilan yang tidak direncanakan sehingga mencegah tindakan aborsi yang bisa berisiko tinggi.

IUD (Intra Uterine Device) atau biasa disebut Spiral adalah alat kontrasepsi berbentuk huruf “T” menggunakan rangka plastik yang aman dan lentur dengan kumparan tembaga dan benang. Alat ini dipasang di dalam rahim oleh bidan atau dokter yang terlatih dan berpengalaman.

Cara Kerja IUD

IUD akan menghambat sperma untuk masuk ke saluran sel telur. Mencegah sperma dan sel telur bertemu sehingga tidak terjadi kehamilan. Membuat sperma sulit masuk ke dalam alat reproduksi perempuan dan mengurangi kemampuan sperma untuk melakukan pembuahan.

IUD Post Plasenta


Salah satu cara pemasangan IUD yang saat ini sudah dilakukan dan terbukti efektif adalah IUD post plasenta atau IUD pasca salin. Sesuai dengan namanya, IUD ini dipasang setelah proses persalinan selesai, tepatnya pasca plasenta (dalam 10 menit setelah plasenta lahir), atau pasca persalinan dini (di atas 10 menit hingga 48 jam setelah plasenta lahir), maupun saat bedah sesar.

Dengan demikian, segera setelah ibu melahirkan, alat kontrasepsi ini dapat langsung bermanfaat tanpa harus menunggu jeda waktu tertentu dan memberikan proteksi sampai dengan 10 tahun (tergantung jenisnya). Hal ini dapat mencegah kehamilan yang terjadi karena ibu lupa kembali ke pusat kesehatan untuk menggunakan alat kontrasepsi setelah melahirkan, mengingat pada periode ini ibu sangat rentan terhadap kehamilan yang tidak terencana dan tingginya angka kecacatan serta kematian pada ibu hamil dan bayinya. Ibu yang melahirkan akan pulang dengan perasaan tenang karena telah terlindungi.

Keuntungan Menggunakan IUD

Dibanding dengan alat kontrasepsi lain, seperti Pil KB yang harus diminum di jam yang sama setiap hari. Dengan IUD justru hanya digunakan sekali saja dan bertahan hingga 10 tahun, juga bisa dilepas kapan saja, lalu kesuburan pun akan cepat kembali.

Berikut manfaat IUD:

• IUD sangat efektif bisa mencegah kehamilan hingga 10 tahun.

• Walupun IUD dipasang di dalam rahim, IUD tidak akan mengganggu hubungan suami istri.

• IUD dapat dilepas kapanpun sesuai dengan waktu yang diinginkan. Setelah IUD dilepas ibu dapat hamil kembali.

Efek samping IUD

Setiap wanita memiliki reaksi yang berbeda terhadap metode kontrasepsi. Tubuh tentunya butuh waktu untuk penyesuaian dan umumnya efek samping tersebut tidak berbahaya/bukan tanda-tanda penyakit.

Beberapa efek samping yang umum terjadi akibat pemasangan IUD:

• Dapat menyebabkan kram/mules dan menambah pendarahan saat haid, biasanya akan kembali normal dalam 3 bulan

• Kemungkinan infeksi sekitar 1%

• Pendarahan bercak selama beberapa minggu

• Haid lebih lama dan lebih banyak (akan kembali normal setelah 3-6 bulan)

• Bercak diantara siklus haid

RSUD Sleman sebagai Rumah Sakit PONEK (Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergency Komprehensif) dan RSSIB (Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi) berupaya memberikan pelayanan terbaik  kepada masyarakat termasuk dalam mendukung Program Keluarga Berencana. Seluruh pasien yang melahirkan di RSUD Sleman diberikan penawaran pemasangan IUD Post Plasenta selama tidak ada kontraindikasi. Keputusan pemasangan tetap diberikan kepada pasangan suami istri. Masyarakat dengan penjaminan BPJS tidak perlu khawatir dalam hal pembiayaan, karena pelayanan ini boleh dilakukan dengan penjaminan BPJS.  Jadi, tunggu apa lagi ayo sukseskan KB dengan IUD Post Plasenta di RSUD Sleman. “ Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah”

https://youtu.be/1fz5OZUoGU8

Sumber pustaka:

                     . Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

                     .Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 24 Tahun 2017 tentang Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan dan Pasca Keguguran.

Report of a WHO Technical Consultation on Birth Spacing. World Health Organization, 2006.

Skata. “Jangan Bilang Sudah Tahu Tentang IUD Sebelum Baca Ini”. Diakses pada 19 Oktober 2019. https://skata.info/article/detail/80/jangan-bilang-sudah-tahu-tentang-iud-sebelum-baca-ini-1

Berita Lain

Pendaftaran Via Whatsapp