ASMA TAK BISA SEMBUH, MARI KITA KENDALIKAN


ARTIKEL
Rabu, 07 Mei 2025
8785
ASMA TAK BISA SEMBUH, MARI KITA KENDALIKAN

Oleh : Promosi Kesehatan Rumah Sakit RSUD Sleman

Asma bisa menyerang siapa pun dan tidak bisa disembuhkan. Meski tak bisa sembuh, asma dapat dikendalikan. Penanganan yang tepat dapat mengontrol serangan dan penderita bisa menikmati hidup berkualitas.

Asma adalah penyakit jangka panjang (kronik) pada saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran napas. Akibatnya timbul rasa sesak dan kesulitan bernapas. Penderita asma perlu secara berkala mengevaluasi dan mengontrol penyakit ini sepanjang hidup, sehingga asmanya terkendali. Kondisi asma yang terkendali juga dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Kondisi asma yang terkontrol baik dan terkendali jika :

  1. Tidak mengalami sesak, batuk, mengi atau wheezing dalam mayoritas kehidupan sehari-hari.
  2. Tidur lelap sepanjang malam tanpa terbangun akibat gangguan pernapasan.
  3. Dapat berolahraga sesuai kemampuan tanpa gangguan pernapasan
  4. Tidak absen sekolah/bekerja akibat gejala asma.
  5. Memiliki hasil pemeriksaan spirometri yang normal.
  6. Tidak menggunakan atau membutuhkan inhaler pereda asma selama empat atau lebih dalam seminggu.

Mari Kendalikan Asma Anda, jangan sampai hidup Anda dikendalikan oleh asma. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan agar asma yang terkendali :

  1. Ketahui Pemicunya dan Hindari
    Asma merupakan reaksi alergi yang seringkali dipicu oleh zat-zat alergen dan iritan tertentu. Pemicu ini dapat sangat bervariasi pada tiap individu. Kenali apa yang menjadi pemicu gejala asma Anda dan hindarilah. Penanganan terbaik untuk alergi adalah menghindari pemicunya.
  2. Olahraga rutin
    Olahraga bermanfaat untuk melatih dan memperkuat otot-otot pernapasan, membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu menjaga berat badan yang ideal, dan meningkatkan kebugaran tubuh.
    Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa progam latihan breathing exercise dan latihan fisik merupakan intervensi non farmakologi yang direkomendasikan oleh beberapa ahli, karena memiliki efek yang signifikan terhadap peningkatan kontrol klinis pada penderita asma. Progam latihan breathing exercise dan latihan fisik merupakan metode yang efektif untuk menurunkan frekuensi kekambuhan/serangan asma.
    Konsultasikan dengan dokter keparahan penyakit asma yang Anda miliki, jenis olahraga dan intensitas olahraga yang aman dijalani.
  3. Hindari Rokok dan Infeksi
    Bagi penderita asma, rokok merupakan suatu hal yang harus ditinggalkan dan dihindari, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. Selain dapat memicu gejala asma, asap rokok juga dapat menurunkan efektivitas obat-obatan asma.
    Selain itu, sebisa mungkin cegah agar Anda tidak mengalami infeksi saluran pernapasan, baik infeksi karena virus maupun bakteri. Lakukan pola hidup sehat seperti rajin mencuci tangan, istirahat cukup, pola makan seimbang dan olahraga agar agar tubuh selalu berada dalam kondisi optimal sehingga penyakit tak mudah datang dan menyerang.
  4. Vaksin Flu
    Kekambuhan gejala bisa dipicu oleh batuk berkepanjangan akibat flu. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk melakukan vaksin flu agar Anda tidak rentan terhadap penyakit infeksi ini.
    Namun, sebelum menerima vaksinasi, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.
  5. Gunakan obat yang diberikan oleh dokter secara teratur.
    Setiap individu dapat memiliki reaksi yang berbeda terhadap obat-obatan yang sama, tak terkecuali pada obat asma. Jika Anda memiliki regimen obat-obatan khusus, ikuti regimen tersebut. Jika ada reaksi atau dampak yang dirasa tidak nyaman, konsultasikan dengan dokter agar regimen tersebut dapat dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi Anda.
    Selain penanganan dengan inhaler, obat asma kadang juga diperlukan dalam rencana pengobatan. Konsumsi obat-obatan Anda sesuai instruksi meski tidak ada gejala yang muncul. Dokter spesialis paru akan memantau penggunaan obat ini.
    Biasanya dokter hanya akan memberikan obat untuk jangka waktu pendek sebagai obat tambahan menangani infeksi lain. Setelahnya, pasien akan kembali ke rencana pengobatan sebelumnya.
    Jika penggunaan inhaler pereda semakin sering, konsultasikan ke dokter. Bisa saja rencana pengobatan Anda membutuhkan penyesuaian dengan kondisi.
  6. Rencanakan penangan Asma bersama dokter Anda.
    Lakukan kontrol ke dokter sesuai jadwal untuk mengevaluasi kondisi penyakit asma secara berkala. Penjadwalan kontrol rutin biasanya akan disesuaikan dengan kondisi penyakit yang dialami, dan dapat memanjang jeda waktu antar kontrolnya seiring dengan semakin terkendalinya kondisi asma.
    Dokter akan memandu Anda untuk membuat jurnal penanganan asma individual. Di dalamnya terdapat informasi mengenai obat-obatan yang dikonsumsi, bagaimana cara memonitor kondisi, dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi serangan asma.
    Sebaiknya, rencana penanganan ini ditinjau ulang setidaknya satu kali dalam setahun. Jika gejala asma memburuk, peninjauan harus dilakukan lebih sering.
    Salah satu informasi yang harus Anda catat di dalam jurnal adalah hasil dari pemeriksaan peak flow meter. Jadi, Anda akan disarankan untuk membelinya. Dengan demikian, Anda dapat memantau kondisi asma sehingga dapat memprediksi serangan asma dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

Pada dasarnya, cara untuk mengendalikan asma adalah senantiasa menjalani pola hidup sehat, mengenali dan menghindari pemicu asma, Mengenali serangan asma dan langkah pengobatan tepat, menggunakan obat yang diberikan oleh dokter secara teratur, dan perhatikan kondisi saluran napas Anda.

Jangan lupa untuk membawa obat-obatan darurat ke mana pun Anda pergi, meski asma telah terkendali. Hal ini sebagai tindakan preventif, jika gejala asma tiba-tiba muncul.

Referensi:

  1. Asma
    https://www.klikdokter.com/penyakit/masalah-pernapasan/asma
  2. Tak Bisa Sembuh, Bagaimana Cara Mengendalikan Asma?
    https://www.klikdokter.com/info-sehat/pernapasan/tak-bisa-sembuh-bagaimana-cara-mengendalikan-asma
  3. Efek Program Breathing Exercise Dan Latihan Fisik Terhadap Penurunan Frekuensi Kekambuhan Penderita Asma
    https://eprints.ums.ac.id/87339/1/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf

Share