Halo, Mitra Sehat RSUD Sleman! Setiap tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia. Ternyata di seluruh dunia, ada lebih dari 1 milyar orang terkena Hipertensi. Nah, apa itu Hipertensi? ‘Yuk kita mengenali lebih dekat tentang Hipertensi!
Apa itu Hipertensi?
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang menjadi sangat tinggi dan ini tidak normal ya, Mitra Sehat! Tekanan darah normal manusia saat jantung berkontraksi (sistolik) berkisar antara 90 hingga 140 mmHg dan saat jantung relaksasi (diastolik) berkisar antara 60 hingga 90 mmHg. Beberapa ahli mengatakan pada kondisi tekanan darah 130/90 mmHg masuk dalam kategori Pre-Hipertensi sehingga seseorang perlu melakukan konsultasi lebih lanjut ke fasilitas kesehatan.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa muncul tanpa gejala dan dapat meningkatkan risiko stroke, pembengkakan pembuluh darah, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal sehingga hipertensi sering disebut juga sebagai The Silent Killer atau pembunuh diam-diam.
Apa Penyebab Hipertensi?
Pada sekitar 90% Pasien Hipertensi, penyebabnya tidak diketahui dan keadaan ini dikenal sebagai Hipertensi Esensial atau Hipertensi Primer. Hipertensi esensial memiliki banyak penyebab, beberapa di antaranya adalah perubahan pada kondisi jantung dan pembuluh darah kemungkinan bersama-sama menyebabkan tekanan darah tinggi.
Kasus Hipertensi lainnya disebabkan oleh penyakit bawaan dan keadaan tertentu yang membuat tekanan darah menjadi tinggi, kondisi ini disebut sebagai Hipertensi Sekunder. Hipertensi Sekunder muncul disebabkan beberapa hal seperti: penyakit ginjal, penggunaan obat tertentu (misalnya pil KB, dekongestan, dll.), kondisi tertentu (kegemukan, kehamilan, dll.), gaya hidup yang tidak aktif berolahraga, stres, dan konsumsi makanan tertentu (makanan tinggi garam, lemak, alkohol, dll.).
Bagaimana Gejala Hipertensi?
Pasien Hipertensi umumnya tidak menunjukkan gejala atau keluhan tertentu, namun terdapat keluhan tidak spesifik yang dapat dirasakan oleh penderita hipertensi, diantaranya :
- Sakit kepala dan pusing
- Jantung berdebar-debar
- Rasa sakit di dada
- Gelisah
- Penglihatan kabur
- Mudah lelah.
Karena gejalanya yang sulit diprediksi, kita wajib waspada dan menghindari kondisi-kondisi yang memicu hipertensi, seperti kegemukan, diabetes, riwayat hipertensi di keluarga, konsumsi garam (natrium) berlebihan, kurang aktivitas fisik, merokok, dan stress yang tidak dikelola.
Fakta dan Mitos Seputar Hipertensi
Masyarakat sering salah kaprah tentang beberapa mitos dan fakta seputar Hipertensi. Mitra Sehat, mari kita ulas beberapa fakta tentang Hipertensi.
- Stres dapat mempengaruhi hipertensi? Ya, Fakta. Kondisi pikiran seseorang juga sangat berpengaruh dalam memicu kondisi tekanan darah tinggi. Orang-orang yang tidak mampu mengelola stres cenderung lebih mudah terkena hipertensi. Untuk itu, Mitra Sehat harus pandai mengelola stress.
- Hipertensi sembuh cukup dengan membatasi penggunaan garam dapur? Ini Mitos. Menghindari konsumsi garam dapur dalam menu sehari-hari tidak menjamin penurunan tekanan darah tinggi yang signifikan karena ada banyak faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya hipertensi. Misalnya, kurang beraktivitas fisik, pola makan, dan kebiasaan tidak pernah melakukan kontrol hipertensi.
- Penderita hipertensi tidak boleh mengkonsumsi daging merah dan makanan bersantan? Ini Mitos. Faktanya penderita hipertensi masih boleh mengkonsumsi daging merah namun harus dibatasi. Pasien Hipertensi tidak boleh mengkonsumsi daging merah yang diawetkan menggunakan banyak garam, daging merah yang dibakar, dan daging merah dalam kaleng. Sementara untuk masakan bersantan boleh saja disantap apabila dimasak dengan benar. Hanya saja masakan bersantan khas Indonesia biasanya mengandung tinggi lemak dan kolesterol yang berbahaya bagi tubuh dan saluran pembuluh darah, hal inilah yang seringkali menyebabkan kenaikan tekanan darah.
- Konsumsi kopi menyebabkan hipertensi? Ini Mitos. Faktanya adalah kandungan kafein dalam kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman lainnya mungkin akan meningkatkan tekanan darah dalam waktu sementara, namun pada orang yang sensitif terhadap kafein sebaiknya menghindari konsumsi kopi untuk mencegah terjadinya hipertensi.
- Hipertensi bisa dialami usia muda? Ya, Fakta. Faktanya hipertensi juga bisa dialami saat usia muda. Oleh karenanya, menjalani pola hidup sehat sejak muda, sangat penting untuk dilakukan.
- Hipertensi terjadi tanpa gejala? Ya, Fakta. Banyak penderita hipertensi jarang mengetahui bahwa mereka menderita kondisi tersebut. Hal ini disebabkan karena hipertensi jarang menunjukkan gejala fisik sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi hipertensi.
Tips Mengontrol Hipertensi
Apabila seseorang mengalami berbagai gejala atau sudah terdiagnosa Hipertensi, penting untuk mengontrol penyakit dengan berbagai hal berikut ini :
- Mengetahui tekanan darah, dianjurkan memiliki tensimeter di rumah untuk kemudahan mengontrol tekanan darah;
- Minum obat teratur dan sesuai anjuran dokter, pastikan ketersediaan obat di rumah dan mengingat jadwal periksa atau tanggal kontrol Hipertensi;
- Berhati-hati menggunakan obat bebas tanpa resep dokter karena beberapa obat dapat meningkatkan tekanan darah.
Mitra Sehat RSUD Sleman, ada baiknya kita mencegah Hipertensi dengan tetap menerapkan pola hidup yang sehat. Ingat selalu C-E-R-D-I-K, yaitu C untuk Cek kesehatan rutin, E untuk Enyahkan asap rokok, R untuk rajin berolahraga, D untuk Diet tepat dan seimbang, I untuk Istirahat yang cukup (7-8 jam per hari), K untuk Kelola stres. Selamat mencoba dan merasakan hasilnya!
Referensi
Kemenkes RI. Mengenal Penyakit Hipertensi. Webite: https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-penyakit-hipertensi
Kemenkes RI. 2024. Risiko dan Pengendalian Hipertensi. Website: https://p2p.kemkes.go.id/risiko-dan-pengendalian-hipertensi/