PELAKSANAAN BIMTEK “RESUSITASI NEONATAL”


BERITA
Jumat, 19 November 2021
838

PELAKSANAAN BIMTEK  “RESUSITASI NEONATAL”

 

 

Sleman - RSUD Sleman menyelenggarakan Bimtek  RESUSITASI NEONATAL di ruang Auditorium Pronojiwo RSUD Sleman. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 17 sampai dengan 18 November 2021.

Adapun latar belakang diadakannya bimtek/pelatihan ini adalah Penyebab utama kematianneonatal pada minggu pertama (0-6hari) adalah asfiksia (36%), BayiBerat Lahir Rendah (BBLR) (32%),dan sepsis (12%) sedangkan bayiusia 7-28 hari adalah sepsis (22%),kelainan kongenital (19%) danpneumonia (17%) sehingga upayamenurunkan Angka Kematian Bayi(AKB) adalah perawatan antenataldan pertolongan persalinan sesuaistandar, perawatan neonatal yangadekuat, dan menurunkan kematianbayi akibat BBLR, infeksi pasca lahirseperti tetanus neonatorum, sepsis, hipotermia, dan asfiksia (KemenkesRI, 2014)

Di negara berkembang, sekitar 3% bayi mengalami asfiksia lahir tingkat sedang dan berat. Bayi asfiksia yang mampu bertahan hidup namunmengalami kerusakan otak, jumlahnya cukup banyak. Hal ini disebabkankarena resusitasi tidak adekuat atau salah prosedur. Resusitasi yangdilaksanakan secara adekuat dapat mencegh kematian dan kecacatanpada bayi karena hipoksia. Intervensi post natal terhadap peningkatanketrampilan resusitasi bayi baru lahir dapat menurunkan kematianneonatal hingga 6-42% (The Lancet Neonatal Survival 2005).

Pelayanan obstetri dan neonatal regional merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu dan bayi baru lahir secara terpadu dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 jam di Rumah Sakit dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED) di tingkat Puskesmas. Rumah Sakit PONEK 24 Jam merupakan bagian dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan dalam maternal dan neonatal, yang sangat berperan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.  Dalam kaitannya dengan tatalaksana asfiksia, setiap rumah sakit Ponek harus memiliki petugas kemampuan resusitasi neonatal yang siap dan terlatih.

Kompetensi tenaga kesehatan untuk melakukan resusitasi neonatal telah diatur dalam peraturan perundangan. Resusitasi neonatal bukan merupakan kompetensi dokter spesialis anak semata. Sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI), resusitasi neonatal merupakan kompetensi ketrampilan klinis dasar tingkat IV (mampu melakukan secara mandiri) setiap lulusan dokter. Resusitasi neonatal juga merupakan kompetensi ketrampilan klinis dasar tingkat IV (mampu melakukan secara mandiri) setiap lulusan bidan, sesuai dengan Standar Profesi Bidan. Seperti diatur dalam Standar Pelayanan Keperawatan Neonatus di Rumah Sakit, resusitasi neonatal merupakan kompetensi ketrampilan dasar setiap perawat yang memberikan asuhan keperawatan neonatus. Sehingga baik dokter spesialis anak, dokter umum, bidan dan perawat neonatus secara legal dan formal memiliki kompetensi untuk melakukan tindakan resusitasi neonatal.

Kunci keberhasilan PONEK adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, prasarana, sarana dan manajemen yang handal. Untuk mempertahankan kompetensi yang telah dipelajaridalam masa pendidikan masing-masing profesi tersebut di atas, tenaga kesehatan memerlukan pelatihan-pelatihan rutin untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan mengoptimalkan pelayanan kepada pasien.

Bentuk kegiatan berupa pelatihan dengan peragaan dan praktik resusitasi neonatal yang dilaksanakan secara luring. Adapun pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan tatalaksana ketrampilan resusitasi neonatal bagi tenaga kesehatan RSUD Sleman bertugas pada instalasi yang menangani neonatus. Adapun tujuan khususnya adalah :

1.    Mempertahankan ketrampilan resusitasi neonatal sesuai kompetensi dasar tenaga kesehatan

2.    Tenaga kesehatan mampu melaksanakan resusitasi neonatal secara mandiri dalam tim

3.    Tenaga kesehatan mengetahui dan memperbarui tatalaksana resusitasi neonatal berdasarkan pedoman resusitasi neonatal terkini

Sementara sasaran pelatihan adalah tenaga kesehatan RSUD Sleman yang menangani neonatus, dengan jumlah peserta 40 orang yang terdiri dari : Dokter umum, Dokter Internship, Bidan, dan Perawat Perinatologi.

 


Share