PELAKSANAAN
BIMTEK “RESUSITASI
NEONATAL”
Sleman - RSUD Sleman menyelenggarakan Bimtek
RESUSITASI NEONATAL di ruang Auditorium
Pronojiwo RSUD Sleman. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 17
sampai dengan 18 November 2021.
Adapun latar belakang
diadakannya bimtek/pelatihan ini adalah Penyebab utama kematianneonatal pada
minggu pertama (0-6hari) adalah asfiksia (36%), BayiBerat Lahir Rendah (BBLR)
(32%),dan sepsis (12%) sedangkan bayiusia 7-28 hari adalah sepsis
(22%),kelainan kongenital (19%) danpneumonia (17%) sehingga upayamenurunkan
Angka Kematian Bayi(AKB) adalah perawatan antenataldan pertolongan persalinan
sesuaistandar, perawatan neonatal yangadekuat, dan menurunkan kematianbayi
akibat BBLR, infeksi pasca lahirseperti tetanus neonatorum, sepsis, hipotermia,
dan asfiksia (KemenkesRI, 2014)
Di negara
berkembang, sekitar 3% bayi mengalami asfiksia lahir tingkat sedang dan berat.
Bayi asfiksia yang mampu bertahan hidup namunmengalami kerusakan otak,
jumlahnya cukup banyak. Hal ini disebabkankarena resusitasi tidak adekuat atau
salah prosedur. Resusitasi yangdilaksanakan secara adekuat dapat mencegh
kematian dan kecacatanpada bayi karena hipoksia. Intervensi post natal terhadap
peningkatanketrampilan resusitasi bayi baru lahir dapat menurunkan
kematianneonatal hingga 6-42% (The Lancet Neonatal Survival 2005).
Pelayanan
obstetri dan neonatal regional merupakan upaya penyediaan pelayanan bagi ibu
dan bayi baru lahir secara terpadu dalam bentuk Pelayanan Obstetri Neonatal
Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 jam di Rumah Sakit dan Pelayanan Obstetri
Neonatal Emergency Dasar (PONED) di tingkat Puskesmas. Rumah Sakit PONEK 24 Jam
merupakan bagian dari sistem rujukan dalam pelayanan kedaruratan dalam maternal
dan neonatal, yang sangat berperan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi
baru lahir. Dalam kaitannya dengan
tatalaksana asfiksia, setiap rumah sakit Ponek harus memiliki petugas kemampuan
resusitasi neonatal yang siap dan terlatih.
Kompetensi
tenaga kesehatan untuk melakukan resusitasi neonatal telah diatur dalam
peraturan perundangan. Resusitasi neonatal bukan merupakan kompetensi dokter
spesialis anak semata. Sesuai Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI),
resusitasi neonatal merupakan kompetensi ketrampilan klinis dasar tingkat IV (mampu
melakukan secara mandiri) setiap lulusan dokter. Resusitasi neonatal juga
merupakan kompetensi ketrampilan klinis dasar tingkat IV (mampu melakukan
secara mandiri) setiap lulusan bidan, sesuai dengan Standar Profesi Bidan.
Seperti diatur dalam Standar Pelayanan Keperawatan Neonatus di Rumah Sakit,
resusitasi neonatal merupakan kompetensi ketrampilan dasar setiap perawat yang
memberikan asuhan keperawatan neonatus. Sehingga baik dokter spesialis anak,
dokter umum, bidan dan perawat neonatus secara legal dan formal memiliki
kompetensi untuk melakukan tindakan resusitasi neonatal.
Kunci
keberhasilan PONEK adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi,
prasarana, sarana dan manajemen yang handal. Untuk mempertahankan kompetensi
yang telah dipelajaridalam masa pendidikan masing-masing profesi tersebut di
atas, tenaga kesehatan memerlukan pelatihan-pelatihan rutin untuk meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan mengoptimalkan pelayanan kepada pasien.
Bentuk kegiatan
berupa pelatihan dengan peragaan dan praktik resusitasi neonatal yang
dilaksanakan secara luring. Adapun pelatihan ini bertujuan memberikan
pengetahuan tatalaksana ketrampilan resusitasi neonatal bagi tenaga kesehatan
RSUD Sleman bertugas pada instalasi yang menangani neonatus. Adapun tujuan
khususnya adalah :
1.
Mempertahankan ketrampilan
resusitasi neonatal sesuai kompetensi dasar tenaga kesehatan
2.
Tenaga kesehatan mampu melaksanakan resusitasi
neonatal secara mandiri dalam tim
3.
Tenaga kesehatan mengetahui dan memperbarui
tatalaksana resusitasi neonatal berdasarkan pedoman resusitasi neonatal terkini
Sementara
sasaran pelatihan adalah tenaga kesehatan RSUD Sleman yang menangani neonatus,
dengan jumlah peserta 40 orang yang terdiri dari : Dokter umum, Dokter
Internship, Bidan, dan Perawat
Perinatologi.