“PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN STUNTING” BERSAMA KADER KELOMPOK PENDUKUNG ASI


BERITA
Sabtu, 15 Oktober 2022
339
“PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN STUNTING”  BERSAMA KADER KELOMPOK PENDUKUNG ASI

Sleman – Sabtu, 15 Oktober 2022, RSUD Sleman mengadakan seminar “Refreshing Materi Peran Kader Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Stunting” sebagai bentuk dukungan rumah sakit dalam mensukseskan keberhasilan menyusui dan upaya pencegahan dan pengendalian stunting di wilayah Kabupaten Sleman. Seminar dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan 11.00 WIB di Auditorium Pronojiwo Lantai 5 GPT RSUD Sleman dan diikuti oleh Kader Kelompok Pendukung ASI sekitar RSUD Sleman sebanyak 50 orang.

Dalam sambutannya, Direktur RSUD Sleman dr. Novita Krisnaeni, M.P.H mengatakan bahwa pemberian ASI sangat penting kepada bayi karena memiliki banyak manfaat seperti dapat meningkatkan kecerdasan, pertumbuhan, melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, menghindarkan bayi dari alergi dan diare. Pemberian ASI yang optimal diharapkan mampu mencegah stunting. Akan tetapi kenyataannya kesadaran masyarakat dalam memberikan ASI belum optimal. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari semua pihak termasuk peran serta masyarakat salah satunya kelompok pendukung ASI. Anggota Kelompok Pendukung ASI perlu dibekali dengan pengetahuan kesehatan yang memadai salah satunya tentang ASI dan peran kader dalam upaya pencegahan serta pengendalian stunting. Dengan adanya seminar ini menjadi salah satu bentuk dukungan RSUD Sleman sebagai rumah sakit sayang ibu dan bayi berupaya mewujudkan keberhasilan pemberian ASI, pencegahan dan pengendalian kasus stunting.

Setelah sambutan Direktur, dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Dokter Spesialis Anak RSUD Sleman, dr. Raden Yuli Kristyanto, Sp.A. Narasumber memaparkan materi Stunting dan Asi Bagi Tumbuh Kembang Anak. Beliau menjelaskan kepada Kader Kelompok Pendukung ASI pengertian stunting, dan tumbuh kembang anak. Betapa pentingnya perkembangan anak di usia emas dimana saat itu otak berkembang pesat maka dibutuhkan banyak nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang anak. dr. Raden Yuli Kristyanto, Sp.A menjelaskan juga bahwa faktor terjadinya stunting berdasarkan penelitian di 137 negara berkembang faktor terjadi stunting adalah nutrisi ibu selama hamil, kehamilan usia remaja & interval kelahiran pendek, IUGR & kelahiran preterm , kualitas MPASI yang rendah, infeksi berulang dan faktor lingkungan.

Kader Kelompok Pendukung ASI diharapkan bisa memberikan edukasi kepada orang sekitar ibu menyusui, sehingga upaya pencegahan serta pengendalian stunting. Kelompok Pendukung ASI diharapkan memberikan edukasi terkait stunting dan ASI. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini tampak dari komunikatif dan aktif para kader saat sesi materi dan diskusi.

(Humas RSUD Sleman)


Share