Sleman – Sabtu, 15 Oktober
2022, RSUD Sleman mengadakan seminar “Refreshing Materi Peran Kader Kesehatan
dalam Pencegahan dan Pengendalian Stunting” sebagai bentuk dukungan rumah sakit
dalam mensukseskan keberhasilan menyusui dan upaya pencegahan dan pengendalian
stunting di wilayah Kabupaten Sleman. Seminar dimulai pada pukul 09.00 WIB
sampai dengan 11.00 WIB di Auditorium Pronojiwo Lantai 5 GPT RSUD Sleman dan
diikuti oleh Kader Kelompok Pendukung ASI sekitar RSUD Sleman sebanyak 50
orang.
Dalam sambutannya, Direktur
RSUD Sleman dr. Novita Krisnaeni, M.P.H mengatakan bahwa pemberian ASI sangat
penting kepada bayi karena memiliki banyak manfaat seperti dapat meningkatkan
kecerdasan, pertumbuhan, melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi,
menghindarkan bayi dari alergi dan diare. Pemberian ASI yang optimal diharapkan
mampu mencegah stunting. Akan tetapi kenyataannya kesadaran masyarakat dalam
memberikan ASI belum optimal. Oleh karena itu perlu adanya dukungan dari semua
pihak termasuk peran serta masyarakat salah satunya kelompok pendukung ASI. Anggota
Kelompok Pendukung ASI perlu dibekali dengan pengetahuan kesehatan yang memadai
salah satunya tentang ASI dan peran kader dalam upaya pencegahan serta
pengendalian stunting. Dengan adanya seminar ini menjadi salah satu bentuk
dukungan RSUD Sleman sebagai rumah sakit sayang ibu dan bayi berupaya
mewujudkan keberhasilan pemberian ASI, pencegahan dan pengendalian kasus
stunting.
Setelah sambutan Direktur, dilanjutkan
dengan pemberian materi oleh Dokter Spesialis Anak RSUD Sleman, dr. Raden Yuli
Kristyanto, Sp.A. Narasumber memaparkan materi Stunting dan Asi Bagi Tumbuh
Kembang Anak. Beliau menjelaskan kepada Kader Kelompok Pendukung ASI pengertian
stunting, dan tumbuh kembang anak. Betapa pentingnya perkembangan anak di usia
emas dimana saat itu otak berkembang pesat maka dibutuhkan banyak nutrisi yang
baik untuk tumbuh kembang anak. dr. Raden Yuli Kristyanto, Sp.A menjelaskan
juga bahwa faktor terjadinya stunting berdasarkan penelitian di 137 negara
berkembang faktor terjadi stunting adalah nutrisi ibu selama hamil, kehamilan
usia remaja & interval kelahiran pendek, IUGR & kelahiran preterm , kualitas
MPASI yang rendah, infeksi berulang dan faktor lingkungan.
Kader Kelompok Pendukung ASI
diharapkan bisa memberikan edukasi kepada orang sekitar ibu menyusui, sehingga
upaya pencegahan serta pengendalian stunting. Kelompok Pendukung ASI diharapkan
memberikan edukasi terkait stunting dan ASI. Peserta sangat antusias mengikuti
pelatihan ini tampak dari komunikatif dan aktif para kader saat sesi materi dan
diskusi.
(Humas
RSUD Sleman)