Pencegahan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan


BERITA
Rabu, 07 Agustus 2024
273
Pencegahan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan
Sleman – Selasa, 06 Agustus 2024, RSUD Sleman bekerja sama dengan IBI Ranting RSUD Sleman mengadakan seminar awam bagi ibu hamil dan menyusui dengan tema “Pencegahan Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan” dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia Tahun 2024. 

Seminar dibuka secara langsung sekaligus sambutan oleh Direktur RSUD Sleman, dr. Novita Krisnaeni , M.P.H. Direktur dalam sambutannya menyampaikan bahwa ASI adalah makan terbaik bagi bayi, niat dan keinginan untuk memberikan ASI harus kuat dan sudah ditanamkan dalam diri ibu sejak hamil sehingga akan tercapai keberhasilan dalam menyusui sampai 2 tahun.

Ada 3 materi yang disampaikan dalam seminar antara lain tentang Pentingnya ASI Ekslusif dalam Pencegahan Stunting oleh dr. Septina Ayu Samsiati, SpA, M.Sc., IBCLC. dr. Septina menjelaskan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif berisiko 3x lebih banyak untuk terjadi stunting. Sementara pada bayi yang diberikan ASI Eksklusif, berisiko rendah mengalami gizi kurang saat balita, serta memiliki risiko lebih rendah 67% terjadi diare saat anak-anak. Sehingga dukungan terhadap ibu menyusui sangat diperlukan untuk menjamin keberhasilan ASI eksklusif, dan jika terjadi permasalahan saat menyusui, ibu disarankan untuk segera menghubungi konselor laktasi untuk mendapatkan solusi yang tepat bagi permasalahan laktasinya. 

Materi selanjutnya oleh dr. R Yuli Kristyanto, M.Sc.,Sp.A, dokter spesialis anak RSUD Sleman tentang Pencegahan Stunting dengan Penerapan Feeding Rules Sejak Dini. Dalam pemaparannya dr. Ian sapaan akrabnya, menjelasakan definisi tentang stunting adalah kondisi tinggi badan anak yang kurang dari standar tinggi badan sesuai umur dari WHO, akibat kekurangan gizi kronis/lama, penyakit infeksi berulang, atau faktor psikososial. Jadi, tidak semua anak yang berpawakan pendek itu dikatakan stunting. Feeding rules atau pola pemberian makan bagi bayi yang sudah MPASI serta pada balita harus diterapkan dengan baik, seperti jam makan yang teratur 3-4 kali makan utama dan 2 kali makan selingan. Selain itu, mengenalkan rasa lapar pada anak dengan jarak makan minimal 2 jam dan menghindari terjadinya distraksi selama makan termasuk penggunaan gadget, penting dilakukan untuk membentuk pola makan anak. Pola ini harus konsisten diterapkan orang tua atau pengasuh bayi dan makanan yang diberikan harus bergizi, terutama tinggi protein hewani.

Materi terakhir adalah praktik pembuatan MPASI berkualitas untuk cegah stunting yang disampaikan oleh Kiki Windiastuti, S.Tr.Gz selaku nutrisionis RSUD Sleman. Pada sesi ini para orang tua sangat antusias mengikuti praktik secara langsung pembuatan MPASI rumahan yang bergizi dengan alat – alat sederhana yang tersedia dirumah. Menu dan tekstur MPASI harus disesuaikan dengan usia dan kemampuan bayi/anak. Menu MPASI harus lengkap dengan kandungan karbohidrat, protein, sayur, dan lemak. Penggunaan bumbu-bumbu alami sangat disarankan untuk memperkaya khasanah rasa pada anak dan harus menghindari penggunaan bumbu penyedap, serta gula dan garam yang berlebihan. 

Seminar dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB di Auditorium Pronojiwo lt.5 GPT RSUD Sleman. Sebanyak 50 ibu hamil dan menyusui mengikuti kegiatan ini yang berasal dari masyarakat umum dan pegawai RSUD Sleman. (Humas_PKRS RSUD Sleman)

Share