Perawatan Gigi dan Mulut Individu dengan Down Syndrome


ARTIKEL
Jumat, 21 Maret 2025
648
Perawatan Gigi dan Mulut Individu dengan Down Syndrome

Halo, Mitra Sehat RSUD Sleman! Setiap Tanggal 21 Maret diperingati sebagai Hari Down Syndrome Sedunia atau World Down Syndrome Day. Tahun 2025 mengambil tema "Meningkatkan Sistem Dukungan" bagi penderita Down Syndrome. Lahir dengan kondisi berkebutuhan khusus membuat orang dengan Down Syndrome memerlukan perhatian lebih, tidak hanya terkait kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam menjaga kesehatan dan personal hygiene. Salah satu yang sering menimbulkan masalah pada orang dengan Down Syndrome  adalah perawatan gigi dan mulut. Apabila perawatan gigi dan mulut tidak dilakukan dengan benar dan seksama, risiko penyakit mengancam.

Apa itu Down Syndrome?

Down syndrome adalah kondisi genetik yang disebabkan oleh kelainan kromosom, yaitu adanya salinan ekstra kromosom 21. Ciri-ciri Down syndrome dapat bervariasi antar individu, tetapi ada beberapa tanda fisik dan perkembangan yang khas pada orang dengan Down syndrome, yaitu:

  1. Mata berbentuk almond: Posisinya cenderung sedikit miring ke atas.
  2. Kulit di belakang leher yang kendur (disebut nuchal fold).
  3. Hidung datar: Hidung sering kali lebih datar atau lebih pendek daripada pada orang tanpa Down syndrome.
  4. Mulut kecil: Kadang-kadang mulut tampak lebih kecil, dan lidah bisa terlihat lebih besar atau agak menonjol keluar.
  5. Telinga lebih kecil atau lebih rendah posisinya: Posisi telinga bisa lebih rendah dari posisi normal.
  6. Tangan dan jari pendek: Jari tangan atau kaki cenderung lebih pendek. Ada juga garis telapak tangan tunggal (single palmar crease) yang umum pada individu dengan Down syndrome.
  7. Ciri wajah datar atau bulat: Wajah seseorang dengan Down syndrome bisa terlihat lebih bulat atau datar pada bagian tengah wajah.


Mengapa Individu dengan Down Syndrome Perlu Perawatan Gigi dan Mulut Lebih Intens?

Orang dengan Down syndrome memiliki kebutuhan perawatan mulut dan gigi yang lebih besar dibandingkan dengan individu tanpa kondisi tersebut. Beberapa alasan mengapa perawatan mulut dan gigi perlu diperhatikan pada orang dengan Down Syndrome adalah:

  1. Kondisi Medis Bawaan. Down syndrome seringkali disertai dengan kondisi medis lainnya, seperti keterlambatan perkembangan, kesulitan motorik, gangguan jantung, gangguan pendengaran, atau masalah rangka dan otot, yang dapat mempengaruhi kemandirian individu untuk melakukan perawatan gigi dan mulut dengan benar.
  2. Struktur Rongga Mulut yang Berbeda. Beberapa orang dengan Down syndrome memiliki ukuran dan bentuk rongga mulut yang berbeda. Misalnya, rongga mulut yang lebih sempit, gigi tumbuh berukuran lebih kecil, tajam, dan tidak sejajar. Ini bisa mempengaruhi kebersihan mulut dan meningkatkan risiko masalah rongga mulut, seperti gigi berlubang (karies), penyakit gusi, dan maloklusi (gigitan yang tidak sejajar), sariawan, dll.


Bagaimana Cara Perawatan Gigi dan Mulut pada Individu dengan Down Syndrome?

Berikut adalah beberapa langkah perawatan gigi dan mulut yang dapat dilakukan untuk individu dengan Down syndrome:

  1. Pemeriksaan Gigi Rutin ke Dokter. Anak-anak dan orang dewasa dengan Down syndrome perlu melakukan pemeriksaan gigi secara rutin, setidaknya dua kali setahun. Jika ada masalah kesehatan mulut yang spesifik, seperti kelainan bentuk gigi atau gusi, dokter gigi dapat segera memberikan perawatan khusus, seperti pembersihan lebih mendalam atau penggunaan alat untuk memperbaiki bentuk gigi.
  2. Menjaga Kebersihan Gigi. Sikat gigi secara teratur dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, menggunakan sikat gigi yang lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Bimbing untuk menyikat gigi dengan cara yang benar, yaitu gerakan melingkar pada gigi belakang dan gerakan naik turun pada gigi bagian depan. Jika kesulitan, orang tua atau pengasuh dapat membantu dengan menyikat gigi. Menggunakan benang gigi sekali sehari dapat membantu membersihkan sela-sela gigi dan mencegah penumpukan plak, yang bisa menyebabkan karies.
  3. Memilih Makanan Sehat untuk Gigi. Makanan manis dan minuman berkarbonasi dapat menyebabkan gigi berlubang, jadi penting untuk membatasi konsumsi makanan yang mengandung gula tinggi. Makanan yang kaya akan serat, kalsium, fosfor, dan vitamin D sangat baik untuk kesehatan gigi dan tulang. Contoh makanan yang sehat, antara lain beraneka macam sayur, susu, keju, dan ikan.
  4. Dukungan dari Orang Sekitar. Anak-anak dengan Down syndrome mungkin perlu dilatih lebih sering untuk mengembangkan kebiasaan menyikat gigi secara mandiri sejak dini. Ini bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, seperti menggunakan sikat gigi yang berwarna-warni atau pasta gigi dengan berbagai rasa. Orang tua atau pengasuh harus membantu dan memandu anak dengan Down syndrome untuk menjaga kebersihan gigi mereka setiap hari di waktu yang konsisten.
  5. Melakukan Terapi. Beberapa individu dengan Down syndrome mungkin mengalami kelemahan otot mulut. Jika ini terjadi, fisioterapi mungkin diperlukan untuk membantu mengatasi masalah mengunyah dan keterlambatan berbicara, serta membantu meningkatkan kekuatan otot dan koordinasi, yang akan mempermudah individu dengan Down Syndrome untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut.


Dengan perawatan yang tepat dan dukungan yang memadai, individu dengan Down syndrome dapat mempertahankan kesehatan rongga mulut yang baik sepanjang hidup. Jadi, penting untuk melibatkan keluarga, pengasuh, dan dokter gigi dalam menjaga kebersihan mulut dan gigi. Orang dengan Down syndrome memiliki kemampuan untuk mencapai hal-hal luar biasa, dan tentunya dengan dukungan yang tepat, mereka dapat menjalani hidup yang penuh dengan kebahagiaan, pencapaian, dan kasih sayang.

“They are not less, they are just different”


Referensi:

  1. Pitaloka, Putri Safira.2024Mengenal Down Syndrome: Gejala dan Perawatannya. Diakses melalui: https://www.tempo.co/gaya-hidup/mengenal-down-syndrome-gejala-dan-perawatannya-1184713 pada 20 Maret 2025;
  2. Dinas Kesehatan Kabupaten Badung.2023.DOWN SYNDROM,,,, APA ITU?? Diakses melalui: https://diskes.badungkab.go.id/artikel/48692-down-syndrom-apa-itu- pada 20 Maret 2025;

Share