Sabtu, 17 Februari 2024 Komite Keperawatan dan Bidang Pelayanan Keperawatan dan Pelayanan Penunjang (Kelompok Substansi Pelayanan Keperawatan) RSUD Sleman menyelenggarakan Sharing session #1 dengan Tema “Perawatan Anak” yang merupakan bsalah satu bentuk kegiatan penjagaan mutu profesi. Pembicara dalam kegiatan ini yaitu Ratih Pramudyaningrum, S.Kep., Ns, M.Kep (Sub Koordinator Kelompok Substansi Pelayanan Keperawatan), Ayatul Qudsiyah, S.Kep., Ns (Kepala Ruang Melati) dan Istiyana, AMK (PPJA R. Melati).
Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang Perawat dan Bidan RSUD Sleman. Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi Konsep Atraumatic Care, Asuhan Keperawatan pada Anak, Penghitungan balance cairan dan dosis obat anak serta konsep Pediatric Early Warning Score. Materi-materi tersebut disampaikan kepada seluruh peserta dengan tujuan untuk mempersiapkan dan membekali Perawat dan Bidan RSUD Sleman untuk siap mendampingi dan merawat pasien anak dengan pendekatan patient centered care dan implementasi konsep atraumatic car dalam asuhan kepada pasien.
Perawat anak memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan perawatan kepada anak-anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka harus memahami konsep Atraumatic Care dan perawatan anak yang sedang hospitalisasi untuk memberikan perawatan yang optimal dan meminimalisir trauma yang mungkin dialami oleh anak-anak tersebut.
Pentingnya perawat anak memahami konsep Atraumatic Care adalah bahwa dengan pemahaman ini, perawat / bidan dapat mengurangi stres dan kecemasan anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Dengan mengurangi trauma yang dialami oleh anak-anak, diharapkan proses penyembuhan dan pemulihan menjadi lebih cepat dan optimal. Selain itu, perawatan atraumatic juga dapat meningkatkan kepercayaan anak terhadap perawat dan proses perawatan secara keseluruhan.
Perawatan anak yang sedang hospitalisasi juga memerlukan pemahaman yang baik oleh perawat/bidan. Anak-anak yang dirawat di rumah sakit sering mengalami ketidaknyamanan fisik dan emosional, seperti rasa sakit, ketakutan terhadap prosedur medis, rasa kehilangan karena terpisah dari keluarga, dan perubahan dalam rutinitas harian. Oleh karena itu, perawat anak perlu memberikan perawatan yang mendukung dan empatik, serta menghormati kebutuhan dan preferensi individu anak. (Hendra/Komite Keperawatan)