Sleman, 29 Oktober 2024 — Dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day), RSUD Sleman mengadakan Sosialisasi Layanan Code Stroke. Acara yang digelar di ruang Pronojiwo lantai 5 RSUD Sleman ini, diikuti oleh anggota TNI-POLRI dan Tenaga Kesehatan di Kabupaten Sleman. Acara ini bertujuan mengenalkan layanan Stroke di RSUD Sleman, Selain itu, meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan tentang stroke di masyarakat dan kalangan medis. Layanan stroke RSUD Sleman telah memenuhi standar WSO (Word Stroke Organisation) dan saat ini dengan status Gold Standar. Aktivasi Code stroke diharapkan dapat membantu masyarakat yang mengalami serangan stroke mendapatkan penanganan segera untuk meminimalkan kecacatan.
Acara ini dibuka oleh Direktur RSUD Sleman, dr. Novita Krisnaeni, MPH. Dalam sambutannya, dr. Novita menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan antusiasme para peserta. Ia berharap bahwa Sosialisasi Layanan Code Stroke ini dapat diterima dengan baik, dan ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat dalam membantu masyarakat.
Sesi pertama dimulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB mengundang 48 anggota dari anggota TNI, terdiri dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan anggota Polri yang merupakan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). Sesi kedua dimulai pukul 12.30 hingga 14.30 WIB, mengundang 38 peserta meliputi anggota Sleman Emergency System - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, perwakilan dokter dan perawat dari 18 puskesmas yang diundang.
Dua narasumber hadir dalam sosialisasi ini, yaitu dr. Eni Nurhidayati, Sp.S., yang mengisi sesi pertama, dan dr. Ratna Purwatiningsih, Sp.S., pada sesi kedua. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan stroke, faktor risiko, tanda-tanda kegawatdaruratan stroke, dan untuk tenaga medis ditambah dengan materi cara penanganan stroke secara medis.
Sosialisasi Code Stroke juga dilakukan di ruang pendaftaran lantai 1 RSUD Sleman dengan sasaran pasien dan pengantar. Materi disampaikan oleh dr. Eni Nurhidayati, Sp.S., dan diterima dengan antusias. Sosialisasi berjalan interaktif terbukti dengan banyaknya pertanyaan dan respon yang disampaikan.
Stroke adalah emergency dengan jargon “Time is Brain” RSUD Sleman menekankan pentingnya penanganan stroke dalam waktu secepat mungkin. Jika seseorang menunjukkan tanda-tanda kegawatdaruratan stroke, segera hantar pasien ke RSUD Sleman dalam waktu kurang dari 3,5 jam sejak gejala awal muncul. Penanganan terpadu memungkinkan pemeriksaan lebih cepat, dan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan stroke penyumbatan, maka trombolisis dapat dilakukan untuk meminimalkan kecacatan dan memaksimalkan pemulihan pasien. (Humas & PKRS RSUD Sleman)