Fakta-fakta Menarik Tentang ASI dan Menyusui


ARTIKEL
Selasa, 02 Agustus 2022
6851
Fakta-fakta Menarik Tentang ASI dan Menyusui

Oleh: Kastinani, S.Tr.Keb.

 

Mitra Sehat, tahukah Anda bahwa beberapa hari terakhir ini kita sempat disajikan berita mengenai usulan DPR tentang Rancangan Undang-undang  Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA)yang mengusulkan cuti bagi ibu melahirkan adalah 6 bulan lamanya?. Salah satu hal yang didorong oleh DPR adalah cuti melahirkan bagi ibu pekerja selama 6 bulan dan untuk ayah selama 40 hari agar dapat mendampingi sang istri. Hal tersebut bertujuan agar RUU KIA nantinya akan menjadi pedoman bagi Negara Indonesia dalam memastikan setiap generasi bangsa dapat tumbuh secara optimal sehingga menjadi SDM yang unggul dan berkualitas. Salah satu manfaat dari RUU KIA tersebut adalah agar ibu dapat menyusui dan memberikan ASI secara maksimal sebagai modal dalam pertumbuhan anak. Begitu pentingkah ASI dan menyusui itu sehingga saat ini menjadi masalah yang harus diselesaikan oleh Negara?

Nah pada kesempatan kali ini bertepatan dengan Pekan Menyusui Sedunia yang diperingati tiap tanggal 1-7 Agustus, berikut kami sampaikan beberapa fakta menarik seputar ASI dan menyusui.

1.    Menyusui memiliki teknik-teknik yang perlu ibu ketahui

Menyusui terkadang dianggap hal yang mudah dan sepele, namun ternyata keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh kesiapan ibu, terutama kesiapan dalam belajar tentang teknik menyusui. Terlebih bagi ibu yang melahirkan anak pertamanya. Teknik tersebut adalah posisi menyusui dan pelekatan yang baik.

Dengan mengetahui posisi menyusui dan pelekatan yang baik, tentu hal tersebut akan membuat ibu dan bayi nyaman saat menyusu. Ibu juga akan menjadi lebih percaya diri sehingga sangat mempengaruhi keberhasilan menyusui. Pengetahuan mengenai posisi menyusui dan pelekatan yang baik ini bisa ibu dapatkan melalui usaha ibu secara mandiri dengan membaca buku atau internet disertai bimbingan dari tenaga kesehatan yang mendampingi ibu selama kehamilan dan persalinan. Selain posisi menyusui dan perlekatan yang baik, ibu juga penting untuk mengetahui cara melihat kecukupan ASI, lama dan frekuensi menyusui dan bagaimana cara agar pengeluaran ASI lancar.

2.    Hisapan bayi sangat mempengaruhi pengeluaran ASI

Secara alami, pada saat hamil akan terjadi perubahan pada payudara ibu akibat perubahan hormon estrogen, progesteron dan prolaktin. Memasuki usia kehamilan trimester ketiga, terutama di minggu-minggu menjelang persalinan, puting dan payudara ibu akan terus membesar karena produksi ASI yang meningkat. Dilansir dari Obstetrics and Gynecology Science, adanya pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin selama akhir kehamilan dapat menghasilkan ASI dini yang dikenal sebagai kolostrum.

Setiap kali bayi menghisap payudara akan merangsang ujung saraf sensoris di sekitar payudara sehingga merangsang kelenjar hipofisis bagian depan untuk menghasilkan prolaktin. Prolaktin akan masuk ke peredaran darah kemudian ke payudara menyebabkan sel sekretori di alveolus (pabrik ASI) menghasilkan ASI. Prolaktin akan berada di peredaran darah selama 30 menit setelah dihisap, sehingga prolaktin dapat merangsang payudara menghasilkan ASI untuk minum berikutnya. Semakin banyak ASI yang dikeluarkan, maka semakin banyak ASI yang diproduksi. Prinsip produksi ASI ini yang dikenal dengan “Supply on Demand”. Sebaliknya, makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI. Jika bayi berhenti menghisap maka payudara akan berhenti memproduksi ASI.

3.    Kandungan ASI sangat luar biasa

Tuhan telah menciptakan ASI dengan kandungan yang luar biasa. Kandungan ASI juga sangat sesuai dengan kebutuhan bayi. Beberapa diantaranya adalah kandungan protein Whey dan Kasein yang cukup seimbang sehingga ASI menjadi mudah dicerna bayi, hal ini menghindarkan bayi dari gangguan pencernaan seperti alergi, diare atau sembelit. ASI juga mengandung zat anti infeksi yaitu protein Imunoglobulin dan leukosit sehingga mampu melindungi bayi dari infeksi virus dan bakteri. Leukosit ini tidak akan didapatkan pada susu formula. Maka bila ASI diberikan secara berkesinambungan tentunya bayi akan lebih sehat dan jarang sakit.

Selain itu ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi seperti lemak, karbohidrat, zat antibodi, enzim, mineral dan vitamin. Dengan kandungan yang ajaib ini akan mengurangi bayi dari penyakit tertentu seperti pneumonia, ISPA, asma, obesitas dan diabetes. American Pregnancy Association menyebutkan bahwa jumlah dan jenis vitamin dalam ASI tergantung pada apa yang ibu makan. Itulah mengapa sangat penting untuk memperhatikan asupan dan nutrisi ibu menyusui agar vitamin untuk bayi bisa terpenuhi, misalnya vitamin A, B, C, D, E, dan K.

Hal yang menakjubkan lainnya dari kandungan ASI adalah karakteristik cairan ini dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan bayi. Kandungan ASI pada ibu yang melahirkan bayi pada usia kehamilan normal (cukup bulan) akan berbeda dengan kandungan ASI pada ibu yang melahirkan bayi prematur. Seiring waktu, kandungan ASI juga berubah sesuai pertambahan usia bayi. Nutrisinya akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi pada tiap tahap tumbuh kembangnya.

 

 

4.    Warna dan tekstur ASI tak selalu sama

Hal ini karena dalam ASI terdapat istilah Foremilk dan Hindmilk. Foremilk adalah ASI yang keluar saat bayi Anda mulai menyusu, yang umumnya berwarna putih kebiruan dan bertekstur encer. Sementara hindmilk adalah ASI yang keluar menjelang akhir sesi menyusu, yang biasanya bertekstur lebih kental dan berwarna agak kuning karena kandungan lemaknya lebih tinggi. Oleh karena itu penting sekali bagi ibu untuk menyusui bayi hingga bayi puas (payudara kosong) dan melepaskan puting sendiri agar bayi mendapatkan hindmilk yang kaya akan lemak.

Selain tekstur dan warna, rasa ASI juga tak selalu sama. Hal ini sangat dipengaruhi oleh asupan makan ibu menyusui. Bahkan ada peribahasa “Apa yang bayi makan adalah cermin dari apa yang ibu makan”. Oleh karena itu ibu menyusui tidak boleh makan sembarangan maupun tak sehat. Sebagai contoh, bila ibu menyusui makan sambal kemudian bayi menjadi diare maka ibu harus menghindari sambal. Atau bila ibu minum kopi kemudian bayi menjadi sulit tidur dan rewel maka ibu harus menghindari kopi tersebut.

5.    ASI sangat praktis, murah dan higienis

Coba ibu bayangkan betapa repotnya menyiapkan susu formula mulai dari menyiapkan botol bersih, air hangat, hingga susu formula bisa diberikan pada bayi. Belum lagi jika sedang bepergian, banyak sekali yang harus dibawa dalam tas bayi. Ditambah dengan biaya pembelian susu formula yang melambung tinggi hingga mencapai jutaan rupiah per bulan. Hal ini sangat berbeda dengan ASI yang lebih praktis dimanapun ibu mau menyusui, murah karena tak perlu biaya tambahan membeli susu, dan higienis karena tersimpan di dalam kelenjar payudara ibu. Kita hanya mengeluarkan biaya makan ibu kemudian biarlah Tuhan yang mengatur proses makanan tersebut hingga menjadi ASI untuk bayi.

Nah, demikian tadi beberapa fakta menarik seputar ASI dan menyusui. Jangan pernah takut untuk mencoba dan ketika sudah mencoba jangan pernah takut akan kegagalan. Ibu menyusui juga jangan lupa untuk tetap bahagia, selalu hadirkan afirmasi positif misalnya rutin setiap pagi ucapkan “Aku Tenang, Aku Nyaman, Aku Damai.” 

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Mitra Sehat, dan sampai jumpa dalam artikel penting lainnya. Salam Sehat.

Referensi

Cardiovascular Journal of Africa. Diakses pada 2022. Physiological Changes in Pregnancy

Obstetrics and Gynecology Science. Diakses pada 2022. Breast Disease During Pregnancy and lactation

American Pregnancy Association. Diakses pada 2022. Colostrum, The Superfood For Your Newborn

American Pregnancy Association. Diakses pada 2022. Breast Changes During Pregnancy

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/manajemen-laktasi. Diakses pada 2022

https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/first-year-of-life/whats-in-breastmilk/. Diakses pada 2022

Share