Oleh: Kastinani,
S.Tr.Keb.
Mitra Sehat, tahukah Anda
bahwa beberapa hari terakhir ini kita sempat disajikan berita mengenai usulan
DPR tentang Rancangan Undang-undang
Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA)yang mengusulkan cuti bagi ibu
melahirkan adalah 6 bulan lamanya?. Salah satu hal yang didorong oleh DPR
adalah cuti melahirkan bagi ibu pekerja selama 6 bulan dan untuk ayah selama 40
hari agar dapat mendampingi sang istri. Hal tersebut bertujuan agar RUU KIA nantinya
akan menjadi pedoman bagi Negara Indonesia dalam memastikan setiap generasi
bangsa dapat tumbuh secara optimal sehingga menjadi SDM yang unggul dan
berkualitas. Salah satu manfaat dari RUU KIA tersebut adalah agar ibu dapat
menyusui dan memberikan ASI secara maksimal sebagai modal dalam pertumbuhan
anak. Begitu pentingkah ASI dan menyusui itu sehingga saat ini menjadi masalah
yang harus diselesaikan oleh Negara?
Nah pada kesempatan kali ini
bertepatan dengan Pekan Menyusui Sedunia yang diperingati tiap tanggal 1-7
Agustus, berikut kami sampaikan beberapa fakta menarik seputar ASI dan
menyusui.
1.
Menyusui memiliki teknik-teknik yang perlu ibu ketahui
Menyusui terkadang dianggap hal yang mudah dan sepele, namun
ternyata keberhasilan menyusui dipengaruhi oleh kesiapan ibu, terutama kesiapan
dalam belajar tentang teknik menyusui. Terlebih bagi ibu yang melahirkan anak
pertamanya. Teknik tersebut adalah posisi menyusui dan pelekatan yang baik.
Dengan mengetahui posisi menyusui dan pelekatan yang baik, tentu
hal tersebut akan membuat ibu dan bayi nyaman saat menyusu. Ibu juga akan
menjadi lebih percaya diri sehingga sangat mempengaruhi keberhasilan menyusui. Pengetahuan
mengenai posisi menyusui dan pelekatan yang baik ini bisa ibu dapatkan melalui
usaha ibu secara mandiri dengan membaca buku atau internet disertai bimbingan
dari tenaga kesehatan yang mendampingi ibu selama kehamilan dan persalinan. Selain
posisi menyusui dan perlekatan yang baik, ibu juga penting untuk mengetahui
cara melihat kecukupan ASI, lama dan frekuensi menyusui dan bagaimana cara agar
pengeluaran ASI lancar.
2.
Hisapan bayi sangat mempengaruhi pengeluaran ASI
Secara alami, pada saat hamil akan terjadi perubahan pada payudara
ibu akibat perubahan hormon estrogen, progesteron dan prolaktin. Memasuki usia kehamilan trimester ketiga, terutama di minggu-minggu menjelang persalinan, puting dan payudara ibu
akan terus membesar karena produksi ASI yang meningkat. Dilansir dari Obstetrics and Gynecology Science,
adanya pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin selama akhir kehamilan dapat
menghasilkan ASI dini yang dikenal sebagai kolostrum.
Setiap kali bayi menghisap payudara akan merangsang ujung saraf
sensoris di sekitar payudara sehingga merangsang kelenjar hipofisis bagian
depan untuk menghasilkan prolaktin. Prolaktin
akan masuk ke peredaran darah kemudian ke payudara menyebabkan sel sekretori di
alveolus (pabrik ASI) menghasilkan ASI. Prolaktin akan berada di peredaran
darah selama 30 menit setelah dihisap, sehingga prolaktin dapat merangsang payudara
menghasilkan ASI untuk minum berikutnya. Semakin banyak ASI yang dikeluarkan,
maka semakin banyak ASI yang diproduksi. Prinsip produksi ASI ini yang dikenal
dengan “Supply on Demand”. Sebaliknya,
makin jarang bayi menghisap, makin sedikit payudara menghasilkan ASI. Jika bayi
berhenti menghisap maka payudara akan berhenti memproduksi ASI.
3.
Kandungan ASI sangat luar biasa
Tuhan telah menciptakan ASI dengan kandungan yang luar biasa.
Kandungan ASI juga sangat sesuai dengan kebutuhan bayi. Beberapa diantaranya
adalah kandungan protein Whey dan
Kasein yang cukup seimbang sehingga ASI menjadi mudah dicerna bayi, hal ini
menghindarkan bayi dari gangguan pencernaan seperti alergi, diare atau
sembelit. ASI juga mengandung zat anti infeksi yaitu protein Imunoglobulin dan leukosit sehingga
mampu melindungi bayi dari infeksi virus dan bakteri. Leukosit ini tidak akan
didapatkan pada susu formula. Maka bila ASI diberikan secara berkesinambungan
tentunya bayi akan lebih sehat dan jarang sakit.
Selain itu ASI mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi
seperti lemak, karbohidrat, zat antibodi, enzim, mineral dan vitamin. Dengan
kandungan yang ajaib ini akan mengurangi bayi dari penyakit tertentu seperti
pneumonia, ISPA, asma, obesitas dan diabetes. American Pregnancy Association menyebutkan bahwa jumlah dan jenis
vitamin dalam ASI tergantung pada apa yang ibu makan. Itulah mengapa sangat
penting untuk memperhatikan asupan dan nutrisi ibu menyusui agar vitamin untuk bayi bisa terpenuhi, misalnya vitamin A, B, C, D, E, dan K.
Hal yang menakjubkan lainnya dari kandungan ASI adalah karakteristik
cairan ini dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan bayi. Kandungan ASI pada
ibu yang melahirkan bayi pada usia kehamilan normal (cukup bulan) akan berbeda
dengan kandungan ASI pada ibu yang melahirkan bayi prematur. Seiring waktu, kandungan ASI juga berubah sesuai pertambahan usia
bayi. Nutrisinya akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi pada tiap tahap tumbuh
kembangnya.
4.
Warna dan tekstur ASI tak selalu sama
Hal ini karena dalam ASI terdapat istilah Foremilk dan Hindmilk. Foremilk adalah ASI yang keluar saat
bayi Anda mulai menyusu, yang umumnya berwarna putih kebiruan dan bertekstur
encer. Sementara hindmilk adalah ASI
yang keluar menjelang akhir sesi menyusu, yang biasanya bertekstur lebih kental
dan berwarna agak kuning karena kandungan lemaknya lebih tinggi. Oleh karena
itu penting sekali bagi ibu untuk menyusui bayi hingga bayi puas (payudara
kosong) dan melepaskan puting sendiri agar bayi mendapatkan hindmilk yang kaya akan lemak.
Selain tekstur dan warna, rasa ASI juga tak selalu sama. Hal ini
sangat dipengaruhi oleh asupan makan ibu menyusui. Bahkan ada peribahasa “Apa
yang bayi makan adalah cermin dari apa yang ibu makan”. Oleh karena itu ibu
menyusui tidak boleh makan sembarangan maupun tak sehat. Sebagai contoh, bila
ibu menyusui makan sambal kemudian bayi menjadi diare maka ibu harus
menghindari sambal. Atau bila ibu minum kopi kemudian bayi menjadi sulit tidur
dan rewel maka ibu harus menghindari kopi tersebut.
5.
ASI sangat praktis, murah dan higienis
Coba ibu bayangkan betapa repotnya menyiapkan susu formula mulai
dari menyiapkan botol bersih, air hangat, hingga susu formula bisa diberikan
pada bayi. Belum lagi jika sedang bepergian, banyak sekali yang harus dibawa
dalam tas bayi. Ditambah dengan biaya pembelian susu formula yang melambung
tinggi hingga mencapai jutaan rupiah per bulan. Hal ini sangat berbeda dengan
ASI yang lebih praktis dimanapun ibu mau menyusui, murah karena tak perlu biaya
tambahan membeli susu, dan higienis karena tersimpan di dalam kelenjar payudara
ibu. Kita hanya mengeluarkan biaya makan ibu kemudian biarlah Tuhan yang
mengatur proses makanan tersebut hingga menjadi ASI untuk bayi.
Nah, demikian tadi beberapa fakta menarik seputar ASI dan
menyusui. Jangan pernah takut untuk mencoba dan ketika sudah mencoba jangan
pernah takut akan kegagalan. Ibu menyusui juga jangan lupa untuk tetap bahagia,
selalu hadirkan afirmasi positif misalnya rutin setiap pagi ucapkan “Aku Tenang,
Aku Nyaman, Aku Damai.”
Semoga artikel ini bermanfaat bagi Mitra Sehat, dan sampai jumpa
dalam artikel penting lainnya. Salam Sehat.
Referensi
Cardiovascular Journal of Africa. Diakses pada 2022.
Physiological Changes in Pregnancy
Obstetrics and Gynecology Science. Diakses pada 2022.
Breast Disease During Pregnancy and lactation
American Pregnancy Association. Diakses pada 2022.
Colostrum, The Superfood For Your Newborn
American Pregnancy Association. Diakses pada 2022.
Breast Changes During Pregnancy
https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/manajemen-laktasi. Diakses pada
2022