Gizi Seimbang Untuk Anak


ARTIKEL
Selasa, 19 Juli 2022
4037
Gizi Seimbang Untuk Anak

Oleh : Dian Wijayanti, A.MG, RD

Nutrisionis RSUD Sleman

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 1 ayat 1, anak adalah setiap orang yang  berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Sedangkan menurut WHO, batasan usia anak adalah sejak anak di dalam kandungan sampai usia 19 tahun.

Gizi seimbang untuk anak sangat penting. Gizi Seimbang dapat memutus siklus buruk antargenerasi yaitu siklus dimana malnutrisi mengabadikan kemiskinan, dan kemiskinan melanggengkan malnutrisi. Anak-anak dengan asupan gizi seimbang akan berkembang secara maksimal, sehingga masyarakat dan ekonomi juga berkembang lebih baik. Gizi seimbang yang dibutuhkan oleh anak-anak memiliki perbedaan tergantung dengan usia anak. Berikut gizi seimbang berdasarkan usia anak :

  1. Gizi Seimbang untuk Bayi Usia 0-6 Bulan

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik untuk bayi karena dapat memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi hingga usia 6 bulan, sesuai perkembangan sistem pencernaan bayi, murah dan bersih. Oleh karena itu setiap bayi harus memperoleh ASI Eksklusif (hanya diberi ASI saja) sampai usia 6 bulan.

  1. Gizi Seimbang untuk Bayi dan Anak Usia 6-24 Bulan

Pada bayi dan anak antara 6 sampai 24 bulan, kebutuhan akan berbagai zat gizi meningkat dan tidak dapat lagi dipenuhi dengan ASI saja. Untuk mencapai Gizi Seimbang perlu Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), dan ASI tetap diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. Pada usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan kepada makanan lain, mula-mula dalam bentuk lumat, makanan lembik dan selanjutnya beralih ke makanan keluarga saat bayi mulai berusia 1 tahun.

  1. Gizi Seimbang untuk Anak Usia 2-5 Tahun

Kebutuhan zat gizi anak pada usia 2-5 tahun meningkat karena berada pada masa pertumbuhan cepat dan aktivitasnya semakin meningkat. Anak sudah mempunyai pilihan terhadap makanan yang disukai, sehingga jumlah dan variasi makanan harus mendapatkan perhatian khusus agar anak memilih makanan yang bergizi seimbang.

  1. Gizi Seimbang untuk Anak Usia 6-9 Tahun

Beberapa anak antara usia 6 dan 9 mulai memasuki masa pertumbuhan cepat sebelum pubertas, sehingga kebutuhan nutrisi mulai meningkat secara bermakna. Oleh karena itu, pemberian makanan bergizi seimbang pada anak  usia ini harus memperhatikan kondisi tersebut.

  1. Gizi Seimbang untuk Remaja Usia 10-19 Tahun (Pra-pubertas dan Pubertas)

Kondisi penting yang berpengaruh terhadap kebutuhan zat gizi kelompok ini adalah pertumbuhan cepat memasuki usia pubertas, kebiasaan jajan, menstruasi dan perhatian terhadap penampilan fisik citra tubuh (body image) pada remaja puteri.

Pemenuhan gizi seimbang pada anak sangat perlu apalagi saat usia anak-anak dalam masa keemasan. Gizi yang tidak seimbang akan menimbulkan masalah pada anak. Masalah gizi pada anak diantaranya :

1.   Kurang gizi (stunting dan wasting), dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, infeksi, kematian, kognisi yang buruk dan potensi penghasilan yang buruk di kemudian hari.

2.   Kekurangan zat gizi mikro, dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, imunitas menurun, anak mudah sakit dan meningkatkan risiko kematian.

3.   Kegemukan, dalam jangka pendek menyebabkan masalah kardiovaskular dan infeksi; sedangkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan diabetes dan gangguan metabolisme.

Gizi yang seimbang, aman, terjangkau dan berkelanjutan dibutuhkan di setiap tahap kehidupan anak untuk memaksimalkan berkembangnya potensi anak.

 (Humas RSUD Sleman)

Referensi :

Black et al (2013) Children, Food And Nutrition : Growing Well In A Changing World.

Indonesia, M. K. R. (2014) ‘Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesis Nomor 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang’

Kementrian Kesehatan RI, P. D. dan I. (2014) ‘Info Datin Kemenkes RI, Kondisi Pencapaian Program Kesehatan Anak Indonesia’

Share