Oleh : Dian Wijayanti, A.MG,
RD
Nutrisionis RSUD Sleman
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, pasal 1 ayat 1, anak adalah setiap
orang yang berusia di bawah 18 (delapan
belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Sedangkan menurut WHO,
batasan usia anak adalah sejak anak di dalam kandungan sampai usia 19 tahun.
Gizi seimbang untuk anak sangat penting. Gizi Seimbang dapat memutus siklus
buruk antargenerasi yaitu siklus dimana malnutrisi mengabadikan kemiskinan, dan
kemiskinan melanggengkan malnutrisi. Anak-anak dengan asupan gizi seimbang akan
berkembang secara maksimal, sehingga masyarakat dan ekonomi juga berkembang
lebih baik. Gizi seimbang yang dibutuhkan oleh anak-anak memiliki perbedaan
tergantung dengan usia anak. Berikut gizi seimbang berdasarkan usia anak :
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan
terbaik untuk bayi karena dapat memberikan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi
hingga usia 6 bulan, sesuai perkembangan sistem pencernaan bayi, murah dan
bersih. Oleh karena itu setiap bayi harus memperoleh ASI Eksklusif (hanya
diberi ASI saja) sampai usia 6 bulan.
Pada bayi dan anak antara 6 sampai 24
bulan, kebutuhan akan berbagai zat gizi meningkat dan tidak dapat lagi dipenuhi
dengan ASI saja. Untuk mencapai Gizi Seimbang perlu Makanan Pendamping ASI
(MP-ASI), dan ASI tetap diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. Pada usia 6
bulan, bayi mulai diperkenalkan kepada makanan lain, mula-mula dalam bentuk
lumat, makanan lembik dan selanjutnya beralih ke makanan keluarga saat bayi
mulai berusia 1 tahun.
Kebutuhan
zat gizi anak pada usia 2-5 tahun meningkat karena berada pada masa pertumbuhan
cepat dan aktivitasnya semakin meningkat. Anak sudah mempunyai pilihan terhadap
makanan yang disukai, sehingga jumlah dan variasi makanan harus mendapatkan
perhatian khusus agar anak memilih makanan yang bergizi seimbang.
Beberapa
anak antara usia 6 dan 9 mulai memasuki masa pertumbuhan cepat sebelum
pubertas, sehingga kebutuhan nutrisi mulai meningkat secara bermakna. Oleh
karena itu, pemberian makanan bergizi seimbang pada anak usia ini harus memperhatikan kondisi
tersebut.
Kondisi
penting yang berpengaruh terhadap kebutuhan zat gizi kelompok ini adalah
pertumbuhan cepat memasuki usia pubertas, kebiasaan jajan, menstruasi dan
perhatian terhadap penampilan fisik citra tubuh (body image) pada remaja puteri.
Pemenuhan
gizi seimbang pada anak sangat perlu apalagi saat usia anak-anak dalam masa
keemasan. Gizi yang tidak seimbang akan menimbulkan masalah pada anak. Masalah
gizi pada anak diantaranya :
1. Kurang gizi (stunting dan wasting), dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, infeksi,
kematian, kognisi yang buruk dan potensi penghasilan yang buruk di kemudian
hari.
2. Kekurangan zat gizi mikro, dapat
mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, imunitas menurun, anak
mudah sakit dan meningkatkan risiko kematian.
3. Kegemukan, dalam jangka
pendek menyebabkan masalah kardiovaskular dan infeksi; sedangkan dalam jangka
panjang dapat menyebabkan diabetes dan gangguan metabolisme.
Gizi
yang seimbang, aman, terjangkau dan berkelanjutan dibutuhkan di setiap tahap
kehidupan anak untuk memaksimalkan berkembangnya potensi anak.
(Humas RSUD Sleman)
Referensi
:
Black et al (2013) Children, Food And
Nutrition : Growing Well In A Changing World.
Indonesia, M. K. R. (2014) ‘Peraturan
Menteri Kesehatan Republik Indonesis Nomor 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi
Seimbang’