Hari Asma Sedunia 2024


ARTIKEL
Sabtu, 04 Mei 2024
798
Hari Asma Sedunia 2024
Hai Mitra sehat, peringatan Hari Asma Sedunia (WAD) tahun ini, mengajak kita untuk meningkatkan kesadaran akan asma di seluruh dunia. Global Initiative for Asthma (GINA) menetapkan tema "Asthma Education Empowers".  GINA menekankan perlunya memberdayakan penderita asma dengan edukasi yang tepat untuk mengelola penyakit mereka, dan untuk mengenali kapan harus mencari bantuan di pelayanan kesehatan.

Mari kita ketahui lebih lanjut informasi seputar faktor, gejala, pengobatan hingga cara pencegahan asma. 


Apa itu Penyakit Asma?
Asma adalah penyakit kronis saluran napas yang ditandai dengan gejala-gejala akibat penyempitan saluran pernapasan. Penyebab pasti dari penyakit asma belum diketahui.  Para peneliti menemukan beberapa interaksi faktor genetik dan lingkungan bisa menyebabkan asma. 

Gejala-gejala karakteristik asma, antara lain : mengi (nafas berbunyi), sesak nafas, batuk dan dada terasa berat. Gejala-gejala tersebut juga mempunyai ciri khas karena adanya faktor pencetus, berulang atau hilang timbul. Asma dapat memburuk pada malam hari dan/atau dini hari, dapat reda spontan dengan atau tanpa pengobatan.
Faktor pencetus tiap individu tidak selalu sama. Beberapa faktor pencetus timbulnya asma antara lain : infeksi virus (flu), aktivitas fisik, pajanan alergen (bulu binatang, debu pada bantal dan kasur), perubahan cuaca, makanan/minuman tertentu, emosi, serta iritan seperti asap rokok atau bau yang menyengat.

Apa yang perlu dilakukan untuk mengobati penyakit asma?
Dalam pengobatan asma ada dua hal yang dilakukan, yakni meredakan gejala dan mencegah gejala kambuh. Oleh karena itu, penting untuk menjalani pengobatan ke dokter. Di samping melakukan pengobatan, penderita asma juga harus menghindari faktor pencetus yang dapat menjadi pemicu asma kambuh. Biasanya, dokter akan merekomendasikan inhaler sabagai pengobatan saat gejala asma muncul.  Namun, penggunaan inhaler juga berpotensi menyebabkan efek samping bagi pengguna, maka penggunaannya harus dengan resep dokter.

Apabila terjadi serangan asma dengan gejala yang semakin parah, meskipun sudah melakukan penanganan dengan inhaler maupun obat, perlu tindakan medis dan segeralah ke fasilitas kesehatan terdekat karena asma dapat membahayakan nyawa penderita.

Bagaimana cara pencegahan asma?
Berdasarkan tingkat keparahannya, asma (sebelum pengobatan), dikelompokkan menjadi : Asma intermiten, Asma persisten ringan, Asma persisten sedang, dan Asma persisten berat. Sedangkan berdasarkan derajat kontrol (setelah mendapat pengobatan) asma dikelompokkan menjadi : Asma terkontrol penuh, Asma terkontrol sebagian, dan Asma tidak terkontrol.

Penting bagi seorang penderita asma mengetahui status asmanya. Hal ini memungkinkan dia dalam menetapkan aktivitas fisik, program pengobatan dan pencegahan kekambuhannya. Penanganan penyakit ini memerlukan waktu panjang, maka perlu melakukan kontrol.

Mitra Sehat, asma merupakan jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan mengatur pola hidup sehat. Selain itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut untuk memaksimalkan pencegahan asma :
  1. Jalani pola hidup sehat dengan CERDIK, yaitu Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet kalori seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress;
  2. Kenali & hindari faktor pencetus asma;
  3. Patuhi anjuran rencana penanganan asma dari dokter;
  4. Gunakan obat-obatan asma yang telah dianjurkan oleh dokter secara teratur;
  5. Monitor kondisi saluran napas;
  6. Diskusikan dengan dokter rencana penanganan asma disesuaikan dengan kebutuhan;
  7. Vaksinasi flu dan pneumonia pun sangat disarankan untuk dilakukan, supaya asma tidak memburuk.


Lakukan cek kondisi kesehatan anda secara teratur untuk membantu menemukan permasalahan dalam tubuh sebelum ada gejala terlihat. Jalani pola hidup sehat. Mari kita peduli dengan kesehatan kita masing-masing.

(Tim Promkes RSUD Sleman)


Share