Lupus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan


ARTIKEL
Sabtu, 11 Mei 2024
9680
Lupus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Halo, Mitra Sehat RSUD Sleman! Sudah kenalan belum dengan Lupus? Eits… bukan Lupus yang ada di TV tahun 90an ya. Lupus yang ini membuat kita repot kalau tidak ditangani secara tepat. Bertepatan dengan tanggal 10 Mei yang diperingati sebagai Hari Lupus Sedunia, mari kita kenali Penyakit Lupus yang sering dianggap sebagai ‘penyakit dari negeri antah berantah’ karena belum diketahui secara pasti penyebabnya. 

Apa itu Lupus?
Systemic Lupus Erythematosus atau Lupus adalah penyakit autoimun yang menyerang berbagai macam organ dan memiliki berbagai macam gejala. Penyakit ini disebabkan oleh kesalahan sistem imun dalam mengenali sel tubuh yang dianggap sebagai benda asing. Pada kondisi normal, sistem imun kita berfungsi untuk menyerang dan menghancurkan virus, bakteri, atau kuman lain yang akan menginfeksi dalam tubuh tetapi pada kasus penderita Lupus, sel tubuh yang sehat justru diserang dan dihancurkan oleh sel imun karena dianggap biang kerok. 

Apa Penyebab dan Gejala Lupus?
Penyebab pasti dari Lupus masih belum diketahui namun Lupus timbul karena kelainan dalam sel imun tubuh dan dipicu berbagai macam faktor berikut:
  1. Faktor Genetik. Penyakit Lupus dapat dipicu dari genetik atau keturunan. Pada beberapa kasus, orang yang memiliki riwayat keluarga terkena Lupus mendapatkan hasil positif saat tes DNA autoimun.
  2. Faktor Lingkungan. Lingkungan dapat meningkatkan risiko Lupus yang disebabkan oleh paparan racun, seperti merkuri, asap rokok, dan gel natrium silika. Zat-zat tersebut dapat memicu peradangan dan mendorong terbentuknya autoantibodi yang menyerang sel tubuh sendiri.
  3. Faktor Hormonal. Menurut penelitian, perempuan lebih rentan mengalami Lupus dibandingkan laki-laki karena lebih banyak melibatkan hormon estrogen. Hormon tersebut membuat perempuan mempunyai sistem kekebalan lebih kuat tetapi hal ini justru lebih berbahaya ketika antibodi berubah menjadi autoantibodi dan menyerang sel tubuh sendiri. 
Gejala Penyakit Lupus yang paling sering ditemui adalah nyeri sendi yang tidak kunjung sembuh, ada ruam merah berbentuk kupu-kupu di wajah, sariawan yang tidak kunjung sembuh namun tidak nyeri, hingga mudah lelah dan kejang. Gejala Penyakit Lupus sangat banyak dan bervariasi, hingga disebut sebagai ‘penyakit 1000 wajah’. Umumnya belum pernah ditemui dua orang pasien Lupus dengan gejala yang persis sama. Ada sebagian pasien yang mengeluhkan peradangan pada kulit dan sendinya saja, akan tetapi ada pula pada sebagian pasien muncul gangguan pada organ vital seperti jantung, paru-paru, ginjal, susunan saraf pusat atau perifer.

Bagaimana Diagnosa dan Pengobatan Lupus?
Sebagai salah satu penyakit autoimun, Lupus sulit untuk terdiagnosis karena gejalanya yang bervariasi. Tenaga Kesehatan biasanya akan menanyakan gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatan keluarga. Pemeriksaan penunjang juga dibutuhkan dalam menegakkan diagnosa Lupus antara lain:
  1. Tes darah untuk mengukur jumlah sel darah dan mengetahui seberapa baik fungsi ginjal juga fungsi hati,
  2. Urinalisis untuk memeriksa keberadaan sel antibodi tertentu dalam darah,
  3. Tes pencitraan atau rontgen dada untuk mendeteksi peradangan atau penumpukan cairan dalam atau sekitar jantung dan paru-paru,
  4. Biopsi jaringan untuk mengetahui ada tidaknya jaringan yang tidak normal pada kulit atau ginjal.
Lupus tidak bisa sembuh total sehingga menjadi salah satu penyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian jika tidak tertangani dengan baik. Peradangan yang terjadi dapat mempengaruhi organ pada tubuh vital seperti ginjal, otak, sistem saraf pusat, darah, paru-paru hingga jantung. Pengobatan yang tepat dari dokter dapat mengurangi tingkat keparahan gejala dan mencegah kerusakan organ vital.

Bagaimana Pencegahan Lupus?
Ada berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mencegah Penyakit Lupus terutama yang disebabkan oleh faktor lingkungan, antara lain:
  1. Membatasi  paparan sinar matahari, terutama pada siang hari,
  2. Menghindari stres dan konsumsi beberapa obat-obatan tanpa resep,
  3. Memastikan untuk menerapkan pola hidup sehat,
  4. Berhenti merokok dan terpapar asap rokok,
  5. Melakukan olahraga secara teratur,
  6. Memenuhi kebutuhan nutrisi yang baik,
  7. Mengelola stres dengan melakukan kegiatan aktif, seperti meditasi dan yoga,
  8. Istirahat yang cukup setiap malam, kurang lebih tujuh hingga sembilan jam lamanya.

Mitra Sehat RSUD Sleman, jangan ragu datang ke fasilitas kesehatan untuk memeriksakan status kesehatan anda, terutama jika sudah mengetahui bahwa memiliki keturunan keluarga dengan penyakit autoimun. Periksakan diri dan jaga keluarga anda agar tetap sehat.  Kunjungi RSUD Sleman sebagai mitra kesehatan anda. (Tim PKRS RSUD Sleman)

Referensi
  1. Kemenkes RI. 2019. Apa itu penyakit LUPUS?. Website: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/penyakit-gangguan-imunologi/apa-itu-penyakit-lupus#:~:text=Lupus%20adalah%20penyakit%20autoimun%20sistemik,satu%20atau%20lebih%20sistem%20organ.
  2. Halodoc. Lupus. Website: https://www.halodoc.com/kesehatan/lupus#h-apa-lupus-itu-berbahaya
  3. Rumah Sakit Universitas Indonesia. 2023. Mitos dan Fakta mengenai Lupus. Website: https://rs.ui.ac.id/umum/berita-artikel/artikel-populer/mitos-dan-fakta-mengenai-lupus
  4. Siloam Hospitals. 2024. Penyakit Lupus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya. Website: https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-lupus#mcetoc_1hlfq0m7dc1

Share