Manfaat dan Langkah Perawatan Setelah Khitan


TIPS KESEHATAN
Selasa, 09 Agustus 2022
76128
Manfaat dan Langkah Perawatan Setelah Khitan

Oleh : Feri Suhindra, A.Md.Kep

Sunat, khitan, atau sirkumsisi adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Tak hanya pada orang dewasa dan anak-anak, sunat atau sirkumsisi juga bisa dilakukan terhadap bayi. Di Indonesia, proses ini umumnya dilakukan saat anak laki-laki memasuki usia sekolah dasar atau sekitar 6–10 tahun. Semakin tua usia anak laki-laki atau pria yang disunat, semakin bertambah juga risiko, tingkat kerumitan, dan lama proses penyembuhannya.

 

Beberapa Manfaat Khitan

Dilihat dari sisi medis, ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda menjalani prosedur sunat atau khitan, di antaranya:

·         Mengurangi risiko terjadinya penyakit seksual menular, seperti herpes atau sifilis

·         Mencegah terjadinya penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis

·         Mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih yang berkaitan dengan masalah ginjal

·         Mengurangi risiko terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangan

·         Membuat kesehatan penis lebih terjaga, karena penis yang disunat lebih mudah dibersihkan

 

Langkah Perawatan Setelah Khitan

Setelah disunat, penis umumnya akan berwarna merah, memar, dan bengkak. Luka sunat pada bayi memerlukan waktu sekitar 10 hari untuk sembuh, sedangkan luka sunat pada anak-anak dan pria dewasa memerlukan waktu setidaknya sebulan untuk sembuh.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan oleh orang yang baru disunat agar luka bisa cepat sembuh, yaitu:

·         Gunakan celana yang longgar atau sarung untuk menghindari gesekan dengan penis.

·         Rutin kontrol ke dokter untuk merawat luka dan selalu perhatikan kebersihan alat kelamin untuk menghindari infeksi. Anda boleh mandi setelah diperbolehkan dokter, tetapi hindari mandi dengan cara berendam.

·         Konsumsi obat pereda sakit untuk mengurangi nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Terkadang, dokter juga akan meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi setelah sunat.

·         Hindari aktivitas atau olahraga berat, misalnya bersepeda, latihan beban, atau joging. Untuk anak yang baru disunat, pastikan ia tidak terlalu banyak bermain atau bergerak terlebih dahulu.

Disarankan untuk segera menemui dokter atau pergi ke instalasi gawat darurat di rumah sakit terdekat jika Anda mengalami hal-hal berikut setelah disunat:

·         Perdarahan yang tidak kunjung berhenti

·         Keluar cairan bernanah atau berbau busuk dari ujung penis

·         Tidak buang air kecil sampai 12 jam setelah disunat

·         Proses buang air kecil masih terganggu hingga beberapa minggu setelah disunat

·         Penis masih terlihat bengkak 2 minggu setelah disunat

·         Demam

Indikasi Sunat

Prosedur sunat bisa dilakukan atas alasan agama, untuk mencegah penyakit, atau untuk mengatasi sejumlah penyakit yang sudah tidak dapat diatasi dengan metode pengobatan lain. Beberapa penyakit tersebut adalah:

·         Balanitis, yaitu pembengkakan pada kulup

·         Balanopostitis, yaitu peradangan pada kulup dan kepala penis

·         Fimosis, yaitu kondisi ketika kulup tidak dapat ditarik ke belakang dari kepala penis

·         Parafimosis, yaitu kondisi ketika kulup tidak dapat kembali ke posisi semula setelah ditarik ke belakang

Kontraindikasi Sunat

·         Hipospadia / Epispadia

Hipospadia disebabkan oleh gangguan perkembangan saluran lubang kencing (uretra) dan kulup penis di dalam kandungan. Kondisi hipospadia pada setiap penderita bisa berbeda-beda. Pada sebagian besar kasus, lubang kencing terletak di bagian bawah kepala penis, sedangkan sebagian lain di bagian bawah batang penis. Lubang kencing juga bisa berada di area skrotum (buah zakar), tetapi kondisi ini jarang terjadi.

·         Chordee, Suatu kondisi dimana kepala penis melengkung ke bawah atau ke atas, di persimpangan kepala dan batang penis

·         Webbed Penis

Pada kondisi ini, kulit buah zakar melekat terlalu tinggi hingga ke bawah batang penis (menutupi sudut penoskrotal). Sekilas, kondisi ini tampak tidak berbahaya. Akan tetapi, akibat kondisi ini, penis bisa menjadi sulit mengalami ereksi optimal, dan mengganggu kenyamanan saat hubungan seks bahkan bisa juga mengganggu kesuburan.

·         Kelainan Hemostasis

Kelainan hemostasis merupakan kelainan yang berhubungan dengan jumlah dan fungsi trombosit, faktor-faktor pembekuan, dan vaskuler. Jika salah satu terdapat kelainan 10 dikhawatirkan akan terjadi perdarahan yang sulit diatasi selama atau setelah sirkumsisi. Kelinan tersebut adalah hemophilia, trombositopenia dan penyakit kelainan hemostasis lainnya.

Referensi dari berbagai sumber

 

(Humas RSUD Sleman)

Share