Oleh : Feri Suhindra, A.Md.Kep
Sunat, khitan, atau sirkumsisi adalah tindakan memotong
atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Tak hanya pada orang dewasa dan anak-anak, sunat atau sirkumsisi
juga bisa dilakukan terhadap bayi. Di Indonesia, proses ini umumnya dilakukan
saat anak laki-laki memasuki usia sekolah dasar atau sekitar 6–10 tahun.
Semakin tua usia anak laki-laki atau pria yang disunat, semakin bertambah juga
risiko, tingkat kerumitan, dan lama proses penyembuhannya.
Beberapa Manfaat Khitan
Dilihat dari sisi medis,
ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika Anda menjalani prosedur sunat atau
khitan, di antaranya:
·
Mengurangi risiko
terjadinya penyakit seksual menular, seperti herpes atau sifilis
·
Mencegah terjadinya
penyakit pada penis, seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis
·
Mengurangi risiko
terjadinya infeksi
saluran kemih yang berkaitan dengan masalah ginjal
·
Mengurangi risiko
terjadinya kanker penis dan kanker serviks pada pasangan
·
Membuat kesehatan penis
lebih terjaga, karena penis yang disunat lebih mudah dibersihkan
Langkah Perawatan
Setelah Khitan
Setelah disunat, penis
umumnya akan berwarna merah, memar, dan bengkak. Luka sunat pada bayi
memerlukan waktu sekitar 10 hari untuk sembuh, sedangkan luka sunat pada
anak-anak dan pria dewasa memerlukan waktu setidaknya sebulan untuk sembuh.
Ada beberapa hal yang
perlu dilakukan dan diperhatikan oleh orang yang baru disunat agar luka bisa
cepat sembuh, yaitu:
·
Gunakan celana yang
longgar atau sarung untuk menghindari gesekan dengan penis.
·
Rutin kontrol ke dokter
untuk merawat luka dan selalu perhatikan kebersihan alat kelamin untuk
menghindari infeksi. Anda boleh mandi setelah diperbolehkan dokter, tetapi
hindari mandi dengan cara berendam.
·
Konsumsi obat pereda
sakit untuk mengurangi nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Terkadang, dokter juga akan meresepkan antibiotik
untuk mencegah infeksi setelah sunat.
·
Hindari aktivitas atau
olahraga berat, misalnya bersepeda, latihan beban, atau joging. Untuk anak yang
baru disunat, pastikan ia tidak terlalu banyak bermain atau bergerak terlebih
dahulu.
Disarankan untuk segera
menemui dokter atau pergi ke instalasi
gawat darurat di rumah sakit terdekat jika Anda mengalami hal-hal berikut
setelah disunat:
·
Perdarahan yang tidak kunjung berhenti
·
Keluar cairan bernanah
atau berbau busuk dari ujung penis
·
Tidak buang air kecil sampai 12 jam setelah disunat
·
Proses buang air kecil
masih terganggu hingga beberapa minggu setelah disunat
·
Penis masih terlihat
bengkak 2 minggu setelah disunat
·
Demam
Indikasi Sunat
Prosedur sunat bisa
dilakukan atas alasan agama, untuk mencegah penyakit, atau untuk mengatasi
sejumlah penyakit yang sudah tidak dapat diatasi dengan metode pengobatan lain.
Beberapa penyakit tersebut adalah:
·
Balanitis, yaitu pembengkakan pada kulup
·
Balanopostitis, yaitu
peradangan pada kulup dan kepala penis
·
Fimosis, yaitu kondisi ketika kulup tidak dapat ditarik ke belakang dari
kepala penis
·
Parafimosis, yaitu kondisi ketika kulup tidak dapat kembali ke posisi semula
setelah ditarik ke belakang
Kontraindikasi Sunat
·
Hipospadia / Epispadia
Hipospadia
disebabkan oleh gangguan perkembangan saluran lubang kencing (uretra) dan kulup
penis di dalam kandungan. Kondisi hipospadia pada setiap penderita bisa
berbeda-beda. Pada sebagian besar kasus, lubang kencing terletak di bagian
bawah kepala penis, sedangkan sebagian lain di bagian bawah batang penis.
Lubang kencing juga bisa berada di area skrotum (buah zakar), tetapi kondisi
ini jarang terjadi.
· Chordee, Suatu kondisi dimana kepala penis melengkung ke bawah atau ke atas, di persimpangan kepala dan batang penis
·
Webbed Penis
Pada
kondisi ini, kulit buah zakar melekat terlalu tinggi hingga ke bawah batang
penis (menutupi sudut penoskrotal). Sekilas, kondisi ini tampak tidak
berbahaya. Akan tetapi, akibat kondisi ini, penis bisa menjadi sulit mengalami
ereksi optimal, dan mengganggu kenyamanan saat hubungan seks bahkan bisa juga
mengganggu kesuburan.
·
Kelainan
Hemostasis
Kelainan hemostasis merupakan kelainan yang berhubungan
dengan jumlah dan fungsi trombosit, faktor-faktor pembekuan, dan vaskuler. Jika
salah satu terdapat kelainan 10 dikhawatirkan akan terjadi perdarahan yang
sulit diatasi selama atau setelah sirkumsisi. Kelinan tersebut adalah
hemophilia, trombositopenia dan penyakit kelainan hemostasis lainnya.
Referensi dari berbagai
sumber
(Humas RSUD Sleman)