Olah Raga Untuk Mengatasi Kepikunan


TIPS KESEHATAN
Rabu, 21 September 2022
4444
Olah Raga Untuk Mengatasi Kepikunan

Oleh : dr. Asriningrum, Sp.KFR

Pikun (demensia) adalah berkurangnya kemampuan berpikir, daya ingat atau memori. Kemampuan pikir disini merujuk pada kemampuan seseorang mengerti dunianya, meliputi kemampuan orientasi tempat, waktu dan individu, kemampuan berhitung (aritmatika), berpikir abstrak, fokus dan berpikir logis.  Daya ingat adalah kemampuan individu untuk menyimpan informasi dan memanggilnya kembali saat diperlukan beberapa saat kemudian.

Pikun tidak hanya menjadi masalah pada orang tua saja, tetapi juga bisa terjadi pada usia muda. Riset yang dikeluarkan oleh The Alzheimer's Society pada 2014, mengungkap ada 42.000 penduduk usia produktif di Inggris terkena Early Onset Dementia (EOD), sebagai tanda demensia. Early Onset Dementia (EOD) merupakan pikun yang terjadi sebelum usia 65 tahun. Penelitian di Malang tahun 2013 menunjukkan EOD mulai muncul pada usia 15-25 tahun.

Penyebab utama pikun adalah penyakit Alzheimer. Selain itu, efek pengobatan, depresi, konsumsi alcohol, stress, penyakit kronis, kurang istirahat, dan efek penuaan juga dapat menyebabkan kepikunan. Gejala pikun di usia muda antara lain: gangguan mengingat, sulit fokus, sulit melakukan kegiatan familier, lupa waktu, kesulitan visuospasial, gangguan komunikasi, meletakkan barang tidak pada tempatnya, salah membuat keputusan, menarik diri dari pergaulan, perubahan perilaku dan kepribadian. Salah satu cara deteksi dini kepikunan adalah dengan melakukan Clock Drawing test.

Pada tes ini seseorang diminta untuk menggambar jam konvensional, lengkap dengan angka dan jarum penunjuk waktu. Individu dikatakan potensial mengalami pikun jika hasil tes menunjukkan error. Error dapat muncul berupa angka yang tidak lengkap, angka berulang, salah urutan angka, salah penulisan waktu yang diminta.

Pikun dapat dicegah dengan melakukan kegiatan yang memacu pembelajaran otak, salah satunya dengan beraktivitas fisik atau berolah raga. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kognitif dengan meningkatkan saturasi oksigen dan neurotrofin otak yang dapat meningkatkan viabilitas neuron, plastisitas otak serta memperbanyak jumlah sinaps (sambungan informasi antar sel otak). Gerakan akan membangkitkan dan mengaktivasi kapasitas mental, mengintegrasikan dan menjangkarkan informasi baru dalam sistem saraf untuk mengekspresikan proses pikir.

Olah raga seperti apa yang bisa mencegah kepikunan? Yaitu olah raga yang di dalamnya terdapat gerakan kompleks, misalnya senam aerobik, latihan fleksibilitas, bersepeda, berlari, jalan cepat, olah raga permainan seperti engklek, gobak sodor, sekongan dll. Banyak penelitian melaporkan peningkatan ekspresi neurotrofin - Brain Derived Neurotrphic Factor (BDNF) di hipokampus setelah latihan fisik berkaitan langsung dengan perbaikan plastisitas sinaps otak dan fungsi kognisi.Perbaikan plastisitas sinaps berperan penting dalam proses belajar dan fungsi memori. Dengan kata lain aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat memperbaiki memori dan kemampuan berpikir seseorang sehingga memperlambat kepikunan yang terjadi. Aktivitas fisik dilakukan 3-5x per minggu dengan durasi setidaknya 30 menit.


Share