OSTEOSARCOMA


ARTIKEL
Selasa, 31 Januari 2023
3570
OSTEOSARCOMA
Oleh : dr. Risa Dumastoro, Sp.OT
Merupakan suatu tumor ganas (kanker) tulang yang sering ditemui. Berdasarkan data WHO, estimasi osteosarcoma memiliki insiden 4- 5/1.000.000 per tahun. Kebanyakan osteosarkoma dialami oleh anak-anak dan dewasa muda dibawah 20 tahun. Meski begitu, kanker ini dapat terjadi pada usia yang lebih tua. Lokasi tumor ini paling sering terjadi pada tulang panjang seperti tulang paha, tulang kering, maupun lengan. Namun, tumor ini juga dapat muncul di bagian tulang mana pun. Selain di tulang, tumor ganas ini bisa menyebar ke organ lain seperti paru-paru, serta penyebarannya juga sangat cepat.  Penyebab Osteosarcoma, Perubahan gen (mutasi) pada tulang menyebabkan terjadinya osteosarcoma. Mutasi ini membentuk sel-sel tulang yang baru yang tidak dibutuhkan oleh tubuh serta menghancurkan sel-sel normal tulang dan sel-sel lain yang ada. Sel kanker tersebut akan terus bertambah dan menyebar ke organ lain seperti paru-paru. Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab terjadinya mutasi tersebut, namun terdapat beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan risiko seseorang terserang osteosarcoma, yaitu: 1) Memiliki riwayat pengobatan seperti kemoterapi atau radioterapi, 2) Memiliki penyakit tulang seperti penyakit Paget dan hereditary multiple osteochondromas, 3) Memiliki kelainan genetik bawaan, seperti Retinoblastoma, Sindrom Li-Fraumeni, Sindrom Rothmund-Thomson, Sindrom Bloon, Sindrom Werner, Andemia Diamond Blackfan. Gejala Osteosarcoma, Berikut ini adalah beberapa gejala osteosarcoma : Nyeri pada area persendian tanpa sebab yang jelas, semakin lama dan menetap, Terbatasnya gerakan pada area yang terkena tumor, Nyeri pada perabaan, terdapat benjolan pada sekitar tulang yang terkait Patah tulang akibat gerakan berenergi rendah. Diagnosis Osteosarcoma, Diagnosis merupakan langkah dokter untuk mengidentifikasi penyakit atau kondisi yang menjelaskan gejala dan yang dialami oleh pasien. 1) Pemeriksaan Fisik, Pada pemeriksaan fisik akan ditemukan benjolan yang keras dengan atau tanpa luka dan didapatkan nyeri tekan pada perabaan. 2) Pemeriksaan Radiologis, Xray: digunakan untuk menentukan lokasi, jumlah, type dari lesi pada tulang. Bone Survey: digunakan untuk mengetahui adanya penyebaran ke area tulang lain. MRI : digunakan untuk mengetahui keterlibatan jaringan lunak sekitar serta mengetahui ukuran dari tumor. CT Scan Thorax: dilakukan untuk menentukan staging (derajat keparahan dari tumor) serta mengetahui adakah penyebaran ke organ lain (paru-paru). USG Abdomen: dilakukan untuk mengetahui adakah penyebaran ke organ lain (abdomen). 3) Pemeriksaan Mikroskopis, Biopsi : dilakukan dengan cara mengambil jaringan tumor pada area benjolan, dapat dilakukan dengan jarum biopsi atau dengan operasi terbuka. Kemudian sampel akan diperiksa di laboratorium Patologi Anatomi untuk menetukan jenis tumor.
Pengobatan Osteosarcoma
Cara pengobatan osteosarcoma bergantung dari tingkat keparahan dan lokasi osteosarcoma. Tindakan pengobatan juga dilakukan setelah proses biopsi tumor selesai. Berikut merupakan langkah-langkah yang ditempuh dalam pengobatan osteosarcoma : Terapi pembedahan, Dilakukan untuk mengangkat suatu massa, sesuai dengan jenis massa tumor. Operasi pengangkatan tulang dan amputasi. Tindakan ini dilakukan jika belum terjadi penyebaran tumor ke luar tulang. Sedangkan amputasi akan dilakukan jika kanker sudah menyebar hingga ke saraf, pembuluh darah dan kulit di sekitar dari massa tumor. Terapi radiasi dan kemoterapi, Biasa dilakukan sebelum pembedahan dengan tujuan mengecilkan ukuran suatu tumor. Pencegahan Osteosarcoma Hinga saat ini belum ada cara yang pasti untuk mencegah terjadinya osteosarcoma. Pasien dengan faktor resiko tinggi dengan gejala sebaiknya harus diperiksa sesegera mungkin ke dokter Orthopaedi.
Referensi :
J Acam Acad Orthop Surg 2009;17 ;515-527
Kundu, Z. S. (2014). Classification, imaging, biopsy and staging of osteosarcoma. Indian Journal of Orthopaedics, 48(3), 238–246. https://doi.org/10.4103/0019-5413.132491
Pangarso, A.W.S., et.all. 2021. Buku Harian Pengobatan untuk Pasien Kanker. Yogyakarta: Sunrise.
Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Osteosarkoma. 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.


Share