Halo, Mitra Sehat!
Seberapa sering anda mendengar orang mengalami penyakit Glaukoma? Mari kita ulas untuk mengetahui lebih dalam tentang penyakit ini.
Pengertian dan Jenis Glaukoma
Glaukoma merupakan kelainan pada saraf mata yang ditandai dengan rusaknya saraf optik mata disertai hilangnya lapang pandang yang khas disebabkan terutama oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata. Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) pada tahun 2021 mencatat 1,6 juta penduduk Indonesia mengalami kebutaan yang mana Glaukoma menjadi penyebab tertinggi ketiga kebutaan setelah katarak dan gangguan refraksi mata.
Terdapat 2 jenis glaukoma yang dilihat dari waktu kejadiannya, yaitu Glaukoma Akut dan Glaukoma Kronis. Glaukoma Akut terjadi secara mendadak, disertai nyeri, disertai buram penglihatan dan mata merah, sementara Glaukoma Kronis terjadi secara perlahan tanpa rasa sakit dan tanpa gejala mata merah. Glaukoma juga dapat dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan sebabnya, yaitu Glaukoma Primer dan Glaukoma Sekunder. Glaukoma Primer terjadi tanpa ada kaitannya dengan penyakit mata atau penyakit lainnya, sementara Glaukoma Sekunder didahului sebab penyakit mata atau penyakit lainnya.
Hal-Hal yang Meningkatkan Risiko Terjadi Glaukoma (Faktor Risiko)
1. Usia diatas 60 tahun;
2. Riwayat Glaukoma pada keluarga;
3. Penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, migrain, jantung, rabun dekat dan rabun jauh dengan ukuran yang tinggi;
4. Riwayat trauma pada mata;
5. Riwayat penggunaan steroid dalam waktu lama, baik yang dikonsumsi maupun tetes mata.
Ciri-Ciri Penderita Glaukoma
Gejala Glaukoma Akut antara lain tekanan bola mata >40 mmHg yang dapat dibuktikan saat pemeriksaan mata, penglihatan kabur mendadak, mata merah, sakit kepala, nyeri pada mata, mual, muntah, dan melihat pelangi pada cahaya lampu. Sementara Glaukoma Kronis dapat muncul tanpa gejala, timbul perlahan-lahan, penglihatan semakin menyempit seperti melihat dalam lorong, dan tekanan bola mata 20-30 mmHg yang dapat dibuktikan saat pemeriksaan mata.
Skrining rutin Glaukoma yang dapat dilakukan di pusat pelayanan kesehatan mata adalah TOP, yaitu Tonometri (tekanan bola mata), Oftalmoskopi (saraf mata), dan Perimetri (lapang pandang).
Pencegahan dan Penyembuhan Glaukoma
Deteksi dini Glaukoma merupakan cara yang paling tepat untuk melakukan pencegahan. Hal tersebut perlu dilakukan terutama pada orang yang menyadari memiliki risiko menderita Glaukoma seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Rutin melakukan pemeriksaan mata satu tahun sekali juga membantu deteksi lebih awal. Beberapa langkah yang dilakukan untuk menjaga kesehatan mata:
1. Tidak membaca di ruangan gelap atau minim cahaya;
2. Jarak membaca 30-40 cm, pertahankan jarak kedua mata sama dengan yang dibaca;
3. Menonton TV dengan jarak 7 kali lebar TV atau minimal 2,5 meter;
4. Membatasi waktu paparan sinar layar seperti handphone dan TV;
5. Menjaga kesehatan tubuh dengan kontrol berat badan, kadar gula dan tekanan darah;
6. Mengkonsumsi buah dan sayuran;
7. Tidak merokok;
8. Menghindari paparan debu; dan
9. Menggunakan pelindung mata saat berkendara dan bekerja di luar ruangan.
Ingatlah aturan 20-20-20, yaitu setiap membaca 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat ke arah tertentu sejauh 20 kaki atau 6 meter. Kelainan refraksi dapat dikoreksi dengan kacamata ataupun lensa kontak. Tindakan operasi berupa penambahan lensa tanam buatan dan lasik juga dapat dilakukan. Namun perlu diketahui bahwa tidak ada cara untuk menyembuhkan Glaukoma, tetapi kerusakannya dapat dikontrol dan dicegah.
Nah Mitra Sehat RSUD Sleman, ayo sayangi mata kita yang diberikan oleh Tuhan secara cuma-cuma.
Referensi: