Mitra Sehat, ada kabar mengejutkan nih! Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Sleman mengatakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat mengalami peningkatan di Kabupaten Sleman sebanyak 70 kasus hingga Bulan Maret 2024 dan sudah ada satu kasus kematian akibat DBD dari Kapanewon Sleman.
Mari kita mengenal lebih dekat DBD dan cara pencegahannya!
Apa itu Demam Berdarah dan Apa Penyebab Demam Berdarah?
Demam Berdarah atau Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh Virus Dengue. Virus ini masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Nyamuk ini biasanya menggigit di pagi hari sampai sore hari menjelang petang. Apa saja ciri-ciri Nyamuk Aedes Aegypti? Simak berikut:
- Berbadan relatif kecil dari nyamuk lain;
- Memiliki warna hitam dengan loreng-loreng putih;
- Menggigit pada siang hari;
- Bertelur di genangan air jernih;
- Hinggap di tempat yang agak gelap, lembab dan suka barang-barang yang bergelantungan.
Nyamuk akan berkembangbiak pada musim hujan. Nyamuk Aedes Aegypti membutuhkan waktu 10 – 14 hari saja untuk menjadi nyamuk dewasa dan siap menularkan virus. pada siklus hidupnya, seekor nyamuk Aedes Aegypti betina mampu bertelur 200-300 butir dan hanya membutuhkan waktu 2-3 hari untuk menetas. Setelah telur menetas, jentik nyamuk menjadi pupa dalam waktu 5-7 hari. Pupa berkembang menjadi nyamuk dewasa hanya dalam waktu 1-2 hari. Nah, cepat sekali ya Nyamuk Aedes Aegypti dapat berkembangbiak!
Perlu diingat bahwa Nyamuk tersebut akan menularkan virus setelah menggigit manusia yang telah terinfeksi sebelumnya. Penularan DBD tidak mungkin ditularkan secara langsung antar manusia, perlu gigitan dari nyamuk untuk memindahkan Virus Dengue.
Lalu dimana Nyamuk Aedes Aegypti senang berkembang biak?
Tempat berkembangbiak yang sangat disukai nyamuk ini adalah tempat-tempat yang lembab di dalam rumah, penampungan air jernih seperti: bak mandi, gentong, vas bunga, dan sampah-sampah di luar rumah seperti: drum, ban bekas, pagar bambu, tempurung dan barang bekas lain yang terisi air hujan.
Apa Saja Gejala Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai?
Tentunya Mitra Sehat perlu tahu bagaimana tanda & gejala DBD, sebagai berikut:
- Munculnya Demam. Tanda awal gejala penyakit adalah demam tinggi mendadak yang berlangsung selama 2-7 hari, demam dapat seakan menurun pada hari ke-3 dan kemudian kembali naik di hari ke-4, inilah yang disebut fase kritis penderita DBD.
- Muncul Bintik di Kulit. Tampak bintik-bintik merah pada permukaan kulit penderita yang disebabkan pecahnya pembuluh kapiler darah.
- Nyeri Ulu Hati dan Mimisan. Pada penderita DBD yang tidak tertangani secara benar dan segera, seringkali ulu hati terasa nyeri karena terjadi perdarahan lambung. Sementara mimisan mungkin juga timbul karena pecahnya pembuluh kapiler di hidung.
- Perasaan Gelisah. Bila gejala sudah terlanjur parah, penderita DBD akan merasa gelisah, ujung tangan dan kaki terasa dingin dan berkeringat. Pada situasi ini, jika tidak segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat, penderita DBD dapat meninggal dunia.
Bagaimana Pertolongan Pertama pada Penderita DBD?
Seperti nama penyakitnya, Demam Berdarah menyebabkan pecahnya sel-sel dan pembuluh darah selama fase demam, jika tidak segera ditangani maka dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu, berikut yang bisa Mitra Sehat lakukan di rumah selama proses mencari fasilitas kesehatan terdekat:
- Pastikan kecukupan cairan. Beri minum sebanyak-banyaknya dengan air masak yang telah dibubuhi sedikit garam, air kelapa, air jeruk, atau susu. Hal ini dilakukan untuk mencegah penderita mengalami dehidrasi dan syok akibat kehilangan banyak cairan tubuh.
- Sediakan termometer di rumah untuk evaluasi suhu tubuh.
- Berikan kompres dengan air hangat jika demam kurang dari 40o Celcius, hindari menggunakan jaket atau selimut yang terlalu tebal, gunakanlah pakaian tipis yang menutup badan dan nyaman digunakan.
- Berikan obat penurun panas yang berlabel hijau.
- Segera periksa ke fasilitas kesehatan dan jangan menunggu demam naik-turun.
Bagaimana Cara Pencegahan DBD?
Mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut Tips yang dapat Mitra Sehat terapkan di rumah agar terhindar dari DBD:
- Bersihkan atau kuras tempat penyimpanan air bersih seperti bak mandi, drum, bagian bawah dispenser, air dalam vas bunga, kulkas bagian belakang secara rutin minimal satu minggu sekali.
- Tutup rapat tempat penampungan air bersih agar tidak menjadi tempat bertelur nyamuk.
- Kelola barang-barang bekas seperti kaleng, ban bekas dan wadah plastik agar tidak menimbulkan genangan air di sekitar rumah.
- Tidak menggantung pakaian kotor di dalam kamar dan tidak menumpuk pakaian kotor. Segera cuci dan lipat pakaian agar tidak menjadi tempat tongkrongan nyamuk.
- Abatisasi untuk membunuh jentik nyamuk yang dimasukkan ke dalam gentong, di dalam vas, ban bekas, atau bak mandi. Bubuk Abate tidak boleh di taburkan pada air yang akan dikonsumsi. Bubuk Abate dan teknik menaburnya dapat diperoleh secara gratis melalui kader atau puskesmas setempat.
Fakta Terbaru DBD
Selain kewaspadaan di atas, Mitra Sehat juga perlu tahu fakta lain seputar DBD berikut:
- Tidak semua nyamuk dapat membawa virus demam berdarah. Hanya Nyamuk Aedes Aegypti betina yang menularkan virus demam berdarah.
- Demam berdarah memiliki gejala yang khas, yaitu 3 sampai 10 hari pasca gigitan nyamuk, penderita akan mengalami demam hingga 40o Celcius yang diikuti dengan gejala DBD.
- Demam yang terjadi akibat DBD tidak dapat dibedakan, sehingga Mitra Sehat diharapkan bisa waspada dan melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila demam tak kunjung turun.
- Terdapat beberapa fase dalam demam berdarah, yaitu fase demam, fase kritis dan fase penyembuhan yang setiap fase nya memiliki ciri tersendiri. Saat demam menurun, apabila masuk fase kritis maka akan terjadi gangguan tekanan darah dan tanda vital lainnya. Namun, jika tanda vital baik, artinya DBD telah masuk fase penyembuhan.
- Jika tidak ditangani sedini mungkin demam berdarah dapat berujung komplikasi seperti kerusakan hati, jantung, hingga otak dan menimbulkan kematian.
Itulah tadi penjelasan seputar DBD. Semoga Mitra Sehat bisa memahami dan menerapkan langkah-langkah pencegahan di rumah ya. Badan yang sehat, diawali dari pola hidup yang bersih.
Referensi:
Kabar Jogja. 2024. Tiga Bulan Terdata 70 Kasus DBD di Sleman, Satu Orang Meninggal. Website: https://rejogja.republika.co.id/berita/say8r5432/tiga-bulan-terdata-70-kasus-dbd-di-sleman-satu-orang-meninggal
Kementerian Kesehatan RI. 2023. Fakta-Fakta Penting Seputar Demam Berdarah. Website: https://ayosehat.kemkes.go.id/fakta-fakta-penting-seputar-demam-berdarah