Oleh : Sri
Sulistyawati, S.Tr.Keb
Mitra sehat,
seorang wanita akan mengalami berbagai
fase reproduksi dalam kehidupannya, mulai dari bayi, anak-anak, masa remaja/pubertas, kehamilan, pra menopause, hingga masa
menopause. Menurut WHO (World Health Organization), menopause adalah berhentinya haid atau menstruasi secara
permanen pada wanita akibat hilangnya aktivitas atau tidak bekerjanya folikular
ovarium yang sering diartikan sebagai berakhirnya fungsi reproduksi seorang
wanita. Menopause biasanya terjadi pada usia antara 45 sampai
dengan 55 tahun.
Pada masa pra menopause, akan terjadi defisit hormonal yang disebabkan oleh penurunan fungsi ovarium sehingga hormon esterogen menurun
dan munculah gejala menopause. Jika terjadi kekurangan
hormon esterogen
maka akan muncul keluhan-keluhan. Keluhan tersebut akan
terjadi di tempat di mana esterogen mempunyai
reseptor,
seperti di otak (misalnya penurunan daya ingat dan perubahan struktur otak),
payudara (nyeri, berubah bentuk dan ukuran, timbul benjolan terutama pada wanita yang mendapatkan hormon pengganti),
sistem kardiovaskuler (hipertensi
dan penyakit jantung koroner), rahim/uterus
(peradangan, perdarahan) dan juga tulang (terjadinya osteoporosis, tulang mudah patah).
Selain gejala di atas, ada beberapa tanda yang mengawali atau bahkan berlanjut pada masa
menopause yang lazim dirasakan oleh wanita yang disebabkan oleh kurangnya atau berhentinya produksi hormon esterogen, antara lain :
·
Masalah pada saluran kemih misalnya infeksi saluran kemih (ISK). Maslah pada saluran kemih ini terjadi karena hormon esterogen memiliki
peran penting pada saluran kemih wanita yaitu memicu kandung kemih untuk
menghasilkan zat antimikroba alami. Saat hormon esterogen berkurang atau bahkan tidak
diproduksi lagi pada masa menopause, kuman dan bakteri akan mudah berkembang dan mengakibatkan
ISK.
·
Sensasi rasa panas (hot flushes). Keluhan ini terjadi karena adanya penurunan kadar hormon esterogen yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih
sensitif terhadap perubahan suhu. Sensasi ini lebih sering dirasakan di malam
hari sehingga cukup mengganggu waktu istirahat bahkan insomnia (gangguan sulit
tidur).
·
Vagina kering , dan menyebabkan gairah seks menurun.
· Masalah psikologis lainnya, seperti kecemasan.
Mitra
sehat,
Untuk menghadapi masalah dan gejala yang
terjadi pada wanita di fase menopause tersebut, ada beberapa langkah yang dapat
dilakukan sebagai upaya antisipasi agar gejala yang timbul nantinya tidak
memberat atau menetap. Simak beberapa tips
berikut ini:
1.
Selalu bersyukur kepada Tuhan dan menerima kodrat wanita dengan ikhlas. Bersyukur bahwa
pada usia menopause masih diberikan kesehatan dan dapat melakukan aktivitas
secara mandiri. Menerima kodrat Tuhan dalam hal ini bukan berarti menyerah tanpa berusaha, namun memahami bahwa setiap wanita akan
mengalami masa menopause sebagai takdir dan kodrat dari Tuhan.
2.
Kenali badan kita. Dengan mengenali sinyal-sinyal atau tanda gejala yang terjadi dalam tubuh, kita dapat menyadari sesuatu yang tidak normal dan akan segera mencari pertolongan atau kosultasi pada ahlinya, sehingga perburukan dapat dicegah sejak awal.
3.
Menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Jika sebelumnya kita terbiasa dengan gaya hidup yang kurang baik, maka sangat
disarankan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih bersih dan lebih sehat
terutama bagi wanita yang akan memasuki masa menopause. Berikut hal-hal yang
harus diperhatikan dalam menerapakan pola hidup bersih dan sehat:
a. Jaga pola makan: mengurangi atau bahkan berhenti mengkonsumsi jajanan yang tidak sehat, fast food, junk food, minuman tinggi gula/soft
drink dan makanan
yang tidak sehat lainnya. Karena esterogen
dalam tubuh kita menurun,
maka disarankan untuk
mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan esterogen alami (fito esterogen)
seperti biji-bijian
atau kacang-kacangan misalnya kacang mete, almond, pistachio, kacang tanah yang selain enak rasanya juga menyehatkan jantung. Selain itu ada
juga kedelai, biji wijen, anggur merah dan masih banyak lagi.
b. Perhatikan pola istirahat. Hindari begadang
apalagi untuk hal yang kurang bermanfaat (bermedia sosial, menonton drama
serial, dsb.) sehingga mengurangi jatah istirahat kita. Ada beberapa efek buruk dari begadang seperti peningkatan berat badan
karena terganggunya metabolisme, penurunan fungsi otak, peningkatan resiko
kanker, dll.
c. Menjaga kebersihan terutama personal
hygiene, tidak merokok dan minum alcohol.
d. Olah raga teratur seperti jogging,
bersepeda,
atau berenang yang
merupakan olah raga cardio/baik untuk jantung.
e. Healing dan melakukan hobi. Arti kata healing adalah penyembuhan, namun juga diartikan sebagai penyembuhan
jiwa, pikiran, dan perasaan. Healing dapat dilakukan dengan bertamasya, berkumpul dengan
teman atau keluarga, melakukan hobi, melakukan yoga, dan masih banyak lagi kegiatan yang akan membuat pikiran dan hati kita
senang dan bahagia.