PERSIAPKAN MASA MENOPAUSE YANG BAHAGIA


ARTIKEL
Selasa, 18 Oktober 2022
8976
PERSIAPKAN MASA MENOPAUSE YANG BAHAGIA

Oleh : Sri Sulistyawati, S.Tr.Keb

Mitra sehat, seorang wanita akan mengalami berbagai fase reproduksi dalam kehidupannya, mulai dari bayi, anak-anak, masa remaja/pubertas, kehamilan, pra menopause, hingga masa menopause. Menurut WHO (World Health Organization), menopause adalah berhentinya haid atau menstruasi secara permanen pada wanita akibat hilangnya aktivitas atau tidak bekerjanya folikular ovarium yang sering diartikan sebagai berakhirnya fungsi reproduksi seorang wanita. Menopause biasanya terjadi pada usia antara 45 sampai dengan 55 tahun.

Pada masa pra menopause, akan terjadi defisit hormonal yang disebabkan oleh penurunan fungsi ovarium sehingga hormon esterogen menurun dan munculah gejala menopause. Jika terjadi kekurangan hormon esterogen maka akan muncul keluhan-keluhan. Keluhan tersebut akan terjadi di tempat di mana esterogen mempunyai reseptor, seperti di otak (misalnya penurunan daya ingat dan perubahan struktur otak), payudara (nyeri, berubah bentuk dan ukuran, timbul benjolan terutama pada wanita yang mendapatkan hormon pengganti), sistem kardiovaskuler (hipertensi dan penyakit jantung koroner), rahim/uterus (peradangan, perdarahan) dan juga tulang (terjadinya osteoporosis, tulang mudah patah).

Selain gejala di atas, ada beberapa tanda yang mengawali atau bahkan berlanjut pada masa menopause yang lazim dirasakan oleh wanita yang disebabkan oleh kurangnya atau berhentinya produksi hormon esterogen, antara lain :

·         Masalah pada saluran kemih misalnya infeksi saluran kemih (ISK). Maslah pada saluran kemih ini terjadi karena hormon esterogen memiliki peran penting pada saluran kemih wanita yaitu memicu kandung kemih untuk menghasilkan zat antimikroba alami. Saat hormon esterogen berkurang atau bahkan tidak diproduksi lagi pada masa menopause,  kuman dan bakteri akan mudah berkembang dan mengakibatkan ISK.

·         Sensasi rasa panas (hot flushes). Keluhan ini terjadi karena adanya penurunan kadar hormon esterogen yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Sensasi ini lebih sering dirasakan di malam hari sehingga cukup mengganggu waktu istirahat bahkan insomnia (gangguan sulit tidur).

·         Vagina kering , dan menyebabkan gairah seks menurun.

·         Masalah psikologis lainnya, seperti kecemasan.

Mitra sehat,

Untuk menghadapi masalah dan gejala yang terjadi pada wanita di fase menopause tersebut, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan sebagai upaya antisipasi agar gejala yang timbul nantinya tidak memberat atau menetap. Simak beberapa tips berikut ini:

1.    Selalu bersyukur kepada Tuhan dan menerima kodrat wanita dengan ikhlas. Bersyukur bahwa pada usia menopause masih diberikan kesehatan dan dapat melakukan aktivitas secara mandiri. Menerima kodrat Tuhan dalam hal ini bukan berarti menyerah tanpa berusaha, namun memahami bahwa setiap wanita akan mengalami masa menopause sebagai takdir dan kodrat dari Tuhan.

2.    Kenali badan kita. Dengan mengenali sinyal-sinyal atau tanda gejala yang terjadi dalam tubuh, kita dapat menyadari sesuatu yang tidak normal dan akan segera mencari pertolongan atau kosultasi pada ahlinya, sehingga perburukan dapat dicegah sejak awal.

3.    Menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jika sebelumnya kita terbiasa dengan gaya hidup yang kurang baik, maka sangat disarankan untuk mengubah pola hidup menjadi lebih bersih dan lebih sehat terutama bagi wanita yang akan memasuki masa menopause. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapakan pola hidup bersih dan sehat:

a.    Jaga pola makan: mengurangi atau bahkan berhenti mengkonsumsi jajanan yang tidak sehat, fast food, junk food, minuman tinggi gula/soft drink dan makanan yang tidak sehat lainnya. Karena esterogen dalam tubuh kita menurun, maka disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan esterogen alami (fito esterogen) seperti biji-bijian atau kacang-kacangan misalnya kacang mete, almond, pistachio, kacang tanah yang selain enak rasanya juga menyehatkan jantung. Selain itu ada juga kedelai, biji wijen, anggur merah dan masih banyak lagi.

b.    Perhatikan pola istirahat. Hindari begadang apalagi untuk hal yang kurang bermanfaat (bermedia sosial, menonton drama serial, dsb.) sehingga mengurangi jatah istirahat kita. Ada beberapa efek buruk dari begadang seperti peningkatan berat badan karena terganggunya metabolisme, penurunan fungsi otak, peningkatan resiko kanker, dll.

c.     Menjaga kebersihan terutama personal hygiene, tidak merokok dan minum alcohol.

d.    Olah raga teratur seperti jogging, bersepeda, atau berenang yang merupakan olah raga cardio/baik untuk jantung.

e.    Healing dan melakukan hobi. Arti kata healing adalah penyembuhan, namun juga diartikan sebagai penyembuhan jiwa, pikiran, dan perasaan. Healing dapat dilakukan dengan bertamasya, berkumpul dengan teman atau keluarga, melakukan hobi, melakukan yoga, dan masih banyak lagi kegiatan yang akan membuat pikiran dan hati kita senang dan bahagia.


Share