Sleman, 26 Februari 2025 – RSUD Sleman menerima kunjungan dari RSUD Kuala Pembuang, Seruyan, Kalimantan Tengah dalam rangka studi terkait Implementasi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Plawangan lantai 5 GPT RSUD Sleman dan dihadiri oleh 10 perwakilan dari RSUD Kuala Pembuang.
Dibuka dengan sambutan Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan RSUD Sleman, Haryanto, SKM., M.Kes. yang memaparkan profil RSUD Sleman sekaligus menyampaikan bahwa RSUD Sleman telah terakreditasi B sebagai Institusi Penyelenggara Pelatihan oleh Direktorat Jenderal Mutu Kementerian Kesehatan RI. Dilanjutkan oleh Ketua Tim Kerja Pengembangan Mutu RSUD Sleman, Mukh. Fatoni, S.Kep.Ners., M.K.M., memberikan pemaparan terkait Implementasi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di RSUD Sleman.
Pada sesi diskusi, berbagai pertanyaan diajukan. Salah satu pembahasannya adalah mengenai struktur tim PMKP di mana dalam Permenkes Nomor 80 Tahun 2020 tentang Komite Mutu Rumah Sakit, jabatan Ketua tidak boleh merangkap sebagai pejabat struktural di rumah sakit, sehingga di RSUD Sleman jabatan tersebut tidak melibatkan jajaran struktural/manajemen dalam kepemimpinannya. Selain itu, peserta juga mendiskusikan penggunaan aplikasi My QPS yang dikembangkan oleh Tim IT RSUD Sleman secara mandiri untuk mendukung sistem pelaporan mutu.
Diskusi juga mencakup manajemen risiko, frekuensi rapat, serta metode pelaporan dan evaluasi indikator mutu. Selain itu, RSUD Sleman secara rutin melakukan pembaruan ilmu melalui sesi sharing dengan RSS, Bapelkes, dan RSA UGM. Inovasi-inovasi yang telah diterapkan dalam peningkatan mutu pelayanan mendapat apresiasi dari perwakilan RSUD Kuala Pembuang.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan kerja sama antar rumah sakit dapat terus berkembang dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia. (Humas RSUD Sleman)