Halo, Mitra Sehat RSUD Sleman! Setiap Tanggal 8 Mei diperingati sebagai Hari Thalasemia Sedunia. Tahun ini dari Thalassaemia International Federation mengangkat tema “Empowering Lives, Embracing Progress: Equitable and Accessible Thalassaemia Treatment for All’, yang berisi ajakan dalam memberdayakan kehidupan dan menghargai kemajuan untuk pengobatan Thalasemia yang adil dan dapat diakses semua kalangan.
Mari simak artikel kesehatan berikut untuk mengetahui informasi tentang Thalasemia.
Apa itu Thalasemia?
Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diwariskan secara genetik. Penyakit ini mengganggu produksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Penderita Thalasemia mengalami gangguan dalam produksi hemoglobin yang dapat menyebabkan anemia berat.
Apa Penyebab dan Gejala Thalasemia?
Thalasemia disebabkan oleh mutasi genetik yang mengganggu produksi rantai globin dalam hemoglobin. Thalasemia merupakan kondisi genetik yang diwariskan dari orang tua yang membawa gen yang tidak normal.
Gejala Thalasemia dapat bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahan. Beberapa gejala yang mungkin dialami oleh penderita Thalasemia:
- Kelelahan dan lemah
- Kehilangan nafsu makan
- Pertumbuhan terhambat pada anak-anak
- Kulit pucat dan membiru
- Detak jantung yang cepat
- Pembesaran organ seperti hati dan limpa
- Sering mengalami infeksi
- Tulang rapuh (pada beberapa kasus).
Bagaimana Deteksi dan Pengobatan Thalasemia?
Deteksi dini penyakit Thalasemia bertujuan untuk mencegah perburukan atau gangguan fungsi organ akibat Thalasemia. Thalasemia perlu dideteksi lebih awal, terutama pada kelompok anak-anak, untuk mempercepat penanganan sehingga tidak menimbulkan gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak.
Proses deteksi Thalasemia hanya bisa dilakukan oleh dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda anemia dan bertanya terkait riwayat medis keluarga dengan Thalasemia. Tes darah selanjutnya akan dilakukan untuk memeriksa kadar hemoglobin, jumlah sel darah merah, dan memeriksa adanya mutasi gen yang terkait dengan Thalasemia.
Mitra Sehat RSUD Sleman, perlu dicatat juga bahwa Thalasemia tidak bisa dicegah namun bisa diobati. Pengobatan Thalasemia bertujuan untuk mengurangi gejala komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita sehingga bisa tetap produktif dan sehat. Metode pengobatan yang umum digunakan pada penderita Thalasemia, antara lain:
- Transfusi darah teratur seumur hidup untuk menggantikan sel darah merah yang rusak.
- Terapi genetik saat ini sedang dikembangkan sebagai metode pengobatan potensial untuk Thalasemia dengan memperbaiki mutasi gen yang menyebabkan penyakit.
- Terapi kelainan Sel Punca dilakukan untuk menggantikan sel darah yang tidak normal dengan sel darah sehat.
- Pengobatan komplikasi dilakukan untuk mengelola dan mencegah komplikasi Thalasemia, seperti pengelolaan anemia, pengobatan infeksi, dan pengawasan pertumbuhan pada anak-anak.
Pantangan untuk Penderita Thalasemia
Perlu diingat untuk meningkatkan kualitas hidup yang sehat dan baik pada Penderita Thalasemia, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Pada kasus Thalasemia, hemoglobin dalam darah berbentuk tidak normal sehingga sel darah merah mudah pecah yang menyebabkan Penderita Thalasemia rentan kekurangan darah atau anemia. Untuk mengatasi kondisi anemia, Penderita Thalasemia membutuhkan transfusi darah secara rutin. Namun, proses transfusi darah tersebut bisa menyebabkan kelebihan kadar zat besi dalam tubuh pengidapnya.
Penumpukan zat besi yang berlebihan di dalam tubuh akan mengganggu organ-organ vital di dalam tubuh, sehingga Penderita Thalasemia sebisa mungkin menghindari makanan yang mengandung zat besi tinggi seperti daging yang berwarna merah, jeroan seperti hati sapi dan ayam. Suplemen dan makanan yang mengandung vitamin C dengan kadar tinggi juga sebaiknya dihindari karena vitamin C dapat mengikat zat besi di dalam tubuh, contohnya buah jeruk dan kismis.
Itulah penjelasan tentang Thalasemia. Nah, untuk Mitra Sehat RSUD Sleman yang saat ini sedang merencanakan kehamilan dan merasa memiliki keturunan keluarga dengan Thalasemia, konseling genetik bisa dilakukan. Waktu konseling sebaiknya sebelum pernikahan atau sebelum kehamilan sehingga dapat membantu Mitra Sehat dan pasangan untuk memahami resiko Thalasemia dan mengambil keputusan yang tepat di bawah pengawasan dokter spesialis. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya karena kesehatan anda adalah investasi yang tidak ternilai harganya. Kunjungi RSUD Sleman sebagai mitra kesehatan anda. (Tim PKRS RSUD Sleman)
Referensi
Kementerian Kesehatan RI. Thalassemia. Website: https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/ptm-lainnya/thalassemia#:~:text=Thalassemia%20disebabkan%20oleh%20mutasi%20genetik,gen%20pada%20rantai%20beta%20globin