Apa itu Kanker Payudara?
Kanker payudara adalah tumor ganas yang berkembang pada sel-sel payudara. Kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan abnormal dari sel-sel pada payudara. Pertumbuhan abnormal tersebut diduga disebabkan oleh mutasi gen yang diturunkan secara genetik. Data dari Global Cancer Observatory (Globocan) 2022 menunjukkan lebih dari 68% pasien didiagnosis pada Stadium III dan Stadium IV, dengan prognosis yang sangat buruk.
Di Indonesia Kanker payudara merupakan jenis kanker kedua terbanyak di kalangan perempuan Indonesia. Kanker payudara merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Menurut data dari Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan Indonesia (A2KPI), kanker payudara menduduki posisi kedua paling mematikan di kalangan perempuan dan hampir 70% kasus kanker payudara terdiagnosis pada stadium lanjut.
Oleh karena itu, penanganan kanker menjadi salah satu prioritas Pemerintah Indonesia. Hal tersebut tertuang dalam Rencana Pencegahan dan Pengendalian Kanker Nasional 2024-2034 yang dicanangkan pada Konferensi Kanker Internasional Indonesia (IICC) 2024 di Bali tanggal 3 Oktober 2024 dengan fokus utamanya adalah pencegahan dan deteksi dini.
Apa saja Faktor Risiko Kanker Payudara?
- Wanita jauh lebih berisiko dibandingkan pria
- Usia yang bertambah, paling banyak pada usia di atas 50 tahun
- Belum pernah hamil
- Memiliki payudara yang padat
- Mulai menopause pada usia setelah usia 55 tahun
- Mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun
- Penggunaan kontrasepsi dan terapi hormon setelah menopause
- Riwayat kanker payudara
- Terpapar radiasi
- Kebiasaan merokok atau minum minuman beralkohol
- Kelebihan berat badan atau obesitas
Bagaimana Gejala Kanker Payudara?
- Benjolan atau pengerasan pada payudara yang berbeda dari jaringan sekitar
- Darah keluar dari puting payudara
- Kemerahan atau pembesaran pori-pori kulit payudara yang menyerupai kulit jeruk
- Nyeri dan pembengkakan pada payudara
- Pengelupasan kulit di sekitar puting payudara
- Perubahan pada kulit payudara, seperti cekungan
- Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara
- Puting tertarik masuk (retraksi atau inversi)
- Benjolan atau pembengkakan di bawah ketiak
Pada stadium awal, kanker payudara kadang tidak menunjukkan gejala khusus sehingga perlu deteksi dini dengan pemeriksaan SADARI, SADANIS, USG, dan Mammografi untuk meningkatkan peluang penyembuhan.
Lakukan
SADARI setiap bulan pada 10 hari setelah haid berakhir. Raba dengan teliti searah jarum jam payudara untuk mendeteksi adanya benjolan atau perubahan pada payudara.
Dukungan masyarakat sangat penting untuk penanganan kanker. Edukasi mengenai kanker dan pentingnya deteksi dini harus menjadi prioritas agar lebih banyak perempuan yang terlibat dalam menjaga kesehatan payudara mereka. Awali sehat dari diri kita. Salam sehat, Perempuan Indonesia!
(Promosi Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Sleman)
Referensi: